Beli Buku Flat Earth Bumi Datar

Apakah Luar Angkasa Ada ?

luar angkasa hoax

Dalam keseharian,melalui kurikulum pendidikan, media berita dan film-film, selalu digambarkan kepada kita bahwa kita bisa menembus langit, hingga terdefinisikanlah keberadaan ruang luar angkasa. Suasana luar angkasa digambarkan gelap, tak berujung, dan merupakan tempat seluruh benda benda galaksi melakukan aktivitasnya dengan kecepatan-kecepatan yang fantastis dan sulit dibayangkan. Namun berkebalikan dengan hal itu, penjelasan kitab suci dan fakta sejarah justru telah memberi tanda-tanda bahwa langit ini sejatinya tidak bisa ditembus”. Jadi, bagai mana bisa manusia mengklaim bahwa visualisasi luar angkasa tersebut “ada”?

Al-Qur’an yang merupakan firman Allah SWT, menjelaskan :

“Hai jama’ah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan Bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya kecuali dengan kekuatan.” QS Ar Rahman (33)

Menurut Tafsir Jalalayn :
“Hai semua jin dan manusia, jika kalian sanggup menembus) melintasi (penjuru) atau kawasan-kawasan (langit dan Bumi, maka lintasilah)”, perintah di sini mengandung makna yang menunjukkan ketidakmampuan mereka untuk melakukan hal tersebut (kalian tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan) dan kalian tidak akan mempunyai kekuatan untuk itu.

Para ahli tafsir mengartian kata “Sulthon” (kekuatan) sebagai “ilmu”. Oleh karena itu, secara harfiah sebenarnya tidak ada makhluk yang mampu menembus langit. Namun dengan “ilmu”, kita jadi mampu memahami dan membaca tanda-tanda yang diberikan Tuhan melalui kitab suci, fakta dilapangan beserta fenomena alam, fakta sejarah, hingga terdefinisikanlah apa saja yang ada dibalik langit. Ilmu-ilmu illahiah tersebut akan membuat manusia mampu berhitung, mengungkap apa yang ada diatas sana secara ilmiah, tanpa perlu menembusnya secara harfiah.

Alkitab Kejadian Bab 1 (6-10) :
Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air. Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik

Perkataan Tuhan di ayat tersebut menjelaskan mengenai keberadaan dua bagian air. Sebagian ada di bawah langit, dan sebagian yang lain ada di atas langit. “Air di atas” ini jelas berbeda dengan air yang ada di bawah. Secara tegas, Allah mengatakan bahwa air yang ada dibawah adalah Laut, sementara air yang ada diatas menjadi misteri ilmu yang merupakan ranah Nya. Baca Juga: Ada Air Diatas Langit

air diatas langit diatas kubah bumi

Tuhan bersemayam di atas air bah, Tuhan bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya. Alkitab Mazmur Bab 29 (10)

Kitab suci Al Qur’an dan Hadits juga mensiratkan keberadaan air yang ada diatas langit.

“Kami telah menurunkan air dari langit dalam kadar tertentu, kami diamkan air itu dibumi dan kami mampu untuk menghilangkannya,” QS Al Mukminun (18)

“Maka Kami bukakan pintu-pintu langit dengan (menurunkan) air yang tercurah” QS Al Qamar (11)

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, … QS Hud (7)

Diriwayatkan oleh Adz-Dzahabi dalam ringkasan kitab ‘Al-Uluw’ (hal. 35):
Dari Abdullah bin Amr dia berkata, “Allah telah menciptakan air di atas langit yang ke tujuh dan menjadikan di atas air adalah Arasy.” (Syekh Al-Albany menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Jika dihubungkan dengan kisah sejarah banjir dahsyat era Nabi Nuh As, merujuk kepada “air di atas” itulah tersirat penjelasan mengenai darimana jumlah volume air yang begitu banyak itu berasal, hingga mampu menenggelamkan bukit dan gunung. Namun kembali kami ingatkan, bahwa keberadaan “air di atas” baik tersirat ataupun tersurat di dalam kitab suci samawi merupakan misteri ilmu yang merupakan ranah Nya. Tuhan memberikan batasan kepada manusia hingga tidak bisa membuktikannya, yakni langit transparant yang tak dapat ditembus, namun harus diyakini keberadaannya. Ibnu sina menggambarkan lapisan langit bersifat “Solid, but Transparent Spheres”.

Fakta Langit Tak Tembus

Fakta sejarah yang terjadi tahun 1958-1962 sebenarnya merupakan bukti ilmiah yang menjelaskan ketidakmungkinan manusia menembus langit. Di tahun-tahun tersebut Amerika Serikat dan Uni Soviet pernah melakukan operasi militer gabungan dengan nama operasi High Altitude Nuclear Explosions (HANE ).

Operasi yang berlangsung selama 4 tahun itu dulu merupakan “Top Secret”, dan baru di publikasikan untuk umum tahun 2012 lalu. Menurut beberapa sumber yang saya dapatkan, tujuan utamanya sangat dirahasiakan oleh kedua Pihak. Namun bila dihubungkan dengan era perlombaan Antariksa antar kedua negara yang terjadi saat itu, tersirat bahwa tujuan utama mereka adalah untuk memastikan bisa atau tidaknya langit ditembus untuk kepentingan bisnis Program Antariksa mereka.

pendaratan bulan hoax

Dengan dalih percobaan senjata nuklir, mereka mengarahkan setiap nuklir kelangit dengan menggunakan rocket. Lebih dari 20 kali peluncuran, serta dengan daya ledak rata-rata 1000 kali bom atom Nagasaki-Hiroshima (1945). Dua pencapaian ketinggian terbaik ada pada ketinggian 540 km (Argus III, 6 Sept 1958) dan 400 km (Starfish Prime, 9 Juli 1962). Operasi HANE menyimpulkan bahwa bumi ini diselimuti kubah alami berlapis-lapis yang tak terlihat dan tak tembus baik dari luar maupun dalam. Berakhirnya operasi ini semakin mengamankan sepak terjang bisnis hoax luar angkasa mereka, yakni bisnis Satelit yang keberadaannya tak bisa diaudit khalayak umum, hingga membuat skenario palsu pendaratan manusia dibulan (1969). Baca Juga: Bom Nuklir AS dan Soviet 1958

Dialah Allah, yang menjadikan segala yang ada di bumi untuk kamu dan Dia berkehendak (menciptakan) langit, lalu dijadikan-Nya tujuh langit. Dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu. QS Al Baqarah (29)

Dia menciptakan langit tanpa tiang yang kamu melihatnya dan Dia meletakkan gunung-gunung (di permukaan) bumi supaya bumi itu tidak menggoyangkan kamu; QS Luqman (10)

Salam People Power

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *