Beli Buku Flat Earth Bumi Datar


Ada Air diatas Langit

Tidak ada yang bisa membantah bahwa birunya langit begitu indah dan menakjubkan. Namun pernahkah anda bertanya dari mana asal warna biru tersebut? Mengapa langit berwarna biru?

Sebagai manusia ber Tuhan, kami telah meyakini bahwa proses penciptaan langit dan bumi merupakan rahasia ilahi yang tidak perlu dibahas dan dipertanyakan lagi asal usulnya. Sehingga cukuplah di imani saja bahwa proses penciptaan langit dan bumi pastilah terjadi.

“Aku tidak menghadirkan mereka untuk menyaksikan penciptaan langit dan bumi dan tidak (pula) penciptaan diri mereka sendiri, dan tidaklah aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong”
(QS Al-Kahfi(18): 51)

Maka sebaik apapun manusia meneliti dan menelaah asal-usul atau proses terjadinya langit dan bumi, tetap saja tidak akan pernah mencapai kebenaran yang hakiki, karena tidak pernah ada seorang manusiapun yang menjadi saksi pada saat langit dan bumi kita ini di bentuk oleh sang maha pencipta.

Penciptaan Langit dan Bumi di dalam Kitab Suci

Namun Allah memberitahukan secara umum bagaimana tahapan-tahapan Ia menciptakan langit dan bumi beserta isinya melalui kitab suci. Dalam keyakinan islam, percaya kepada kitab-kitab Allah (Taurat, Zabur, Injil, Al Quran) adalah suatu keharusan sebagai bukti keimanan umat islam kepada Allah swt (Rukun Iman ke 3). Untuk itu kami akan membahas apa yang menjadi judul artikel ini melalui sudut pandang kitab suci yakni Injil dan Al-Quran.

Injil, Kejadian, Bab 1 (Perjanjian Lama)

    1.Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
    2.Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air.
    3.Berfirmanlah Allah: “Jadilah terang.” Lalu terang itu jadi.
    4.Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap.
    5.Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama.

QS Al-A’Raaf(7): 54

“Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.”

QS Qaf(50): 38

“Dan sungguh Kami telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya dalam 6 hari, dan kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.”

Apa yang dikatakan injil dan Al-Quran memiliki kesamaan antara lain sebagai berikut :

    1.Adanya pernyataan dari Allah bahwa Ia lah yang menciptakan langit, bumi, gelap, terang, siang, malam, matahari, bulan dan bintang.
    2.Langit dan Bumi adalah awal dari penciptaan alam (tempat dimana kehidupan mahluk ciptaan Nya akan berlangsung).

Asal-usul Alam semesta menurut Sains Modern

Apa yang di sampaikan dalam kitab suci jelas bertolak belakang dengan apa yang sains modern ajarkan mengenai asal usul alam semesta. Menurut sains modern, bumi hanyalah sebagian kecil dari sistem tata surya di jagat raya yang kita kenal dengan sebutan Galaksi, sebagai akibat dari terjadinya “Big Bang” (dentuman besar). Teori ini pertama kali dikemukakan oleh seorang kosmolog Belgia bernama Abbe Georges Lemaitre.

Ia berasumsi bahwa “Peristiwa Big Bang terjadi 15 milyar Tahun yang lalu. Pada awalnya alam semesta berasal dari gumpalan super atom berbentuk bola api berukuran sangat kecil. Saking kecilnya, bola api itu lebih dipandang seperti titik dengan volume nol.” Gumpalan super atom itu memiliki massa jenis yang sangat tinggi dengan suhu mencapai 1.000.000.000.000°C. Gumpalan inilah yang akhirnya meledak sehingga memuntahkan seluruh isi dari alam semesta termasuk bumi diantaranya.

Bumi seolah digambarkan sebagai suatu ciptaan yang tak berarti, sangat kecil diantara luas dan besarnya bima sakti dan terjadi karena suatu ketidak sengajaan, yakni ledakan Big Bang.

Apa yang di diutarakan Abbe telah menjadi sains modern dan menjadi kepercayaan. Namun jika kita menelaah dari sudut pandang agama, semua jelas bertentangan dengan kitab suci dan ini merupakan penyesatan dari nilai-nilai ketuhanan,

“…dan tidaklah aku mengambil orang-orang yang menyesatkan itu sebagai penolong” QS Al-Kahfi: 51.

Dalam kitab suci jelas di sampaikan bahwa bumi diciptakan dengan penuh persiapan. Persiapan untuk siapa? Persiapan untuk kita dan semua mahluk Allah. Bumi dibuat melalui proses yang cukup panjang, dan Ia menjadikan bumi itu spesial dan sangat berarti. Sebuah sistem kehidupan berbentuk alam untuk kebaikan manusia dan seluruh mahluk ciptaan Nya.

Air diatas Langit dan Air dibawah Langit

Injil, Kejadian, Bab 1 (Perjanjian Lama)

    6.Berfirmanlah Allah: “Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air.”
    7.Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian.
    8.Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua.
    9.Berfirmanlah Allah: “Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat, sehingga kelihatan yang kering.” Dan jadilah demikian.
    10.Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.

QS. Hud(11): 7

Dan Dialah yang menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, dan adalah singgasana-Nya (sebelum itu) di atas air, agar Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya, dan jika kamu berkata (kepada penduduk Mekah): “Sesungguhnya kamu akan dibangkitkan sesudah mati”, niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata: “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata”.

QS. Al-Mukminun(23): 18

“Kami telah menurunkan air dari langit dalam kadar tertentu, kami diamkan air itu dibumi dan kami mampu untuk menghilangkannya,”

Dari ayat yang terkandung dalam Injil dan Al Qur’an diatas dapat di tarik kesimpulan bahwa Tuhan memberitahuan bahwa “ada air diatas langit kita ini”, Injil mengatakan dengan jelas bahwa diciptakan langit sebagai pemisah antara air yang ada di bawah dengan air yang ada diatas. Air dibawah langit adalah lautan yang selama ini kita telah tahu. Namun bagaimana dengan air yang diatas ?

Dalam Al-Quran keberadaan air diatas langit ini pun di sebutkan dengan bahasa yang lebih halus, bahwa “Air diturunkan dari langit” yang juga dikuatkan oleh hadist dibawah ini :

Juga seperti yang diriwayatkan oleh Adz-Dzahabi dalam ringkasan kitab ‘Al-Uluw’ (hal. 35) dari Abdullah bin Amr dia berkata, “Allah telah menciptakan air di atas langit yang ke tujuh dan menjadikan di atas air adalah Arasy.” (Syekh Al-Albany menyatakan bahwa sanad hadits ini shahih).

Air diatas Langit Berbeda dengan Hujan

Hujan memang berasal dari awan dan ini berbeda dengan Air diatas langit yang dimaksudkan pada ayat diatas.

QS An Nur(24): 43

Tidaklah kamu melihat bahwa Allah mengarak awan, kemudian mengumpulkan antara (bagian-bagian)nya, kemudian menjadikannya bertindih-tindih, maka kelihatanlah olehmu hujan keluar dari celah-celahnya dan Allah (juga) menurunkan (butiran-butiran) es dari langit, (yaitu) dari (gumpalan-gumpalan awan seperti) gunung-gunung, maka ditimpakan-Nya (butiran-butiran) es itu kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan dipalingkan-Nya dari siapa yang dikehendaki-Nya. Kilauan kilat awan itu hampir-hampir menghilangkan penglihatan.

Injil, Kejadian, Bab 1 (Perjanjian Lama)

    14.Berfirmanlah Allah: “Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,
    15.dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi.” Dan jadilah demikian.
    16.Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.
    17.Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi.

Dari ayat pada Injil tersebut di jelaskan bahwa benda-benda penerang yakni matahari (penerang besar), bulan (penerang yang lebih kecil) serta bintang-bintang, berada di cakrawala / langit, dimana langit adalah pemisah antara air yang diatas dengan yang di bawah. Sementara awan, berada di bawah benda penerang tersebut. Maka ayat-ayat injil tersebut tidak membicarakan mengenai air hujan, melainkan air yang bebeda, yakni yang berada diatas langit.

Penelitian Air diatas Langit

Bukti ilmiah resmi mengenai ada air diatas langit memang belum pernah di rilis. Namun para peneliti rumahan dari komunitas bumi datar melakukan beberapa penelaahan yang membuktikan bahwa memang ada air diatas langit seperti yang di tampilkan dalam video dibawah ini.

Dari sini terkorelasilah mengapa para peyakin bumi datar meyakini, bahwa langit tidak dapat di tembus dan luar angkasa, planet-planet serta satellite patut dipertanyakan keberadaanya. Mereka meyakini bahwa Elite Gobal lah biang keladi dari seluruh kebohongan mengenai wujud asli dari alam semesta ini. Mereka lah yang mengajarkan dogma bumi bola, mencetak ilmuan hoax dan segala teori pendukungnya untuk keuntungan bisnis tanpa batas, demi menguasai manusia diluar mereka, serta untuk menjauhkan manusia dari nilai-nilai ketuhanan berkedok sains modern. Merekalah Al Masih – Ad Dajjal.

Mengapa Langit Berwarna Biru?

Anyway, sebenarnya langit berwarna biru bukan karena diatasnya ada air, melainkan karena pembiasan cahaya yang terhambur di atmosfer bumi yang disebut dengan Rayleigh. Hamburan Rayleigh adalah hamburan elastis dari gelombang elektromagnetik (termasuk cahaya). Cahaya matahari yang terhambur menjadi beberapa warna yang kita bisa lihat pada warna pelangi. Namun hamburan warna biru merupakan warna yang paling dominan dibandingkan hamburan warna yang lain. Sejatinya langit tidak berwarna.

Hal ini kami simpulkan setelah menelaah video dibawah ini:

Dalam video yg diambil dengan menggunakan dogcam dari balon udara itu terlihat, bahwa matahari bersinar terik, namun terlihat juga bahwa dibelakang matahari berwarna hitam alias gelap. So, “the waters above” agaknya ada diatas langit hitam itu, yang menurut Hadist ada dilapisan ke tujuh, tepat dibawah Arsy tempat Tuhan bersemayam.


YUK SEBARKAN ARTIKEL INI !!!

RSS
Facebook
Google+
https://www.melinweb.com/ada-air-diatas-langit">
Twitter
PINTEREST

51 thoughts on “Ada Air diatas Langit

  1. min tolong dong juga dijelasin tentang adanya kehidupan di langit (alien). Di dalam Al-Quran banyak disinggung contohnya dalam QS. An-Nahl ayat 49

    ﻭَﻟِﻠَّﻪِ ﻳَﺴْﺠُﺪُ ﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﻣَﺎ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻣِﻦْ ﺩَﺍﺑَّﺔٍ ﻭَﺍﻟْﻤَﻠَﺎﺋِﻜَﺔُ ﻭَﻫُﻢْ ﻟَﺎ ﻳَﺴْﺘَﻜْﺒِﺮُﻭﻥَ

    “Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.”

    dan masih banyak lagi min ayat yg menyinggung adanya kehidupan diluar angkasa/langit

    Az-Zumar:68, Ar-Rum:26, Asy-Syura:29,Al-Hajj:18, An-Nur:41, An-Naml:65, An-Naml:87, Al-Anbiya:4

    silahkan admin telaah dulu ☺

      1. Terimakasih pencerahannya untuk sama2 mensyukuri kebesaran Allah.

        Sekedar masukan untuk memperkuat, sbb:

        Memang sebaiknya tidak baik antara muslim berselisih pendapat, karena wallahu ‘alam.

        Jika ada perbedaan pendapat tdk apa2, yang penting keyakinan kita tetap satu > Hanya Allah 😇

        Memang al-Quran menceritakan ilmu dan segalanya secara detil speperti ini:

        Al-Anam: 38
        وَمَا مِن دَآبَّةٖ فِي ٱلۡأَرۡضِ وَلَا طَٰٓئِرٖ يَطِيرُ بِجَنَاحَيۡهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمۡثَالُكُمۚ مَّا فَرَّطۡنَا فِي ٱلۡكِتَٰبِ مِن شَيۡءٖۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمۡ يُحۡشَرُونَ
        Dan tiadalah binatang-binatang yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan umat (juga) seperti kamu. Tiadalah Kami alpakan sesuatupun dalam Al-Kitab, kemudian kepada Tuhanlah mereka dihimpunkan.

        Jadi jelas Allah menyampaikan secara detil dalam Al-quran. Dan yang disebutkan hanya Langit, Bumi, Matahari, Bulan, Bintang, manusia, melata/binatang, malaikat dan syetan. Tidak pernah ada kata2 Planet dan Alien. Mengapa….? Karena hanya di bumi yang berbataskan langitlah Allah utus Nabi2 hingga Rosul SAW kepada umat manusia. Tidak ada ayat yang menyatakan ada Nabi di planet lain yang juga bertugas mengislamkan umat.
        Seperti dalam ayat ini jelas kata per katanya:

        Al-Araf: 25
        قَالَ فِيهَا تَحۡيَوۡنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنۡهَا تُخۡرَجُونَ
        Allah berfirman: “Di bumi itu kamu hidup dan di bumi itu kamu mati, dan dari bumi itu (pula) kamu akan dibangkitkan.

        Jadi definitif Allah hanya menciptakan Bumi yang entah luasnya seberapa yang beratapkan langit yang luasnya entah seberapa juga, wallahu ‘alam.

        Yang pasti, dari al-araf:25 > semua mahluk hidup,mati,dibangkitkan di bumi, tidak ada yang hidup,mati,dibangkitkan di ruang angkasa. Kasihan astronot yang meninggal di ruang angkasa kalo memang ada 🙂

        Sekian, semoga menambah keyakinan terhadap Kebesaran Allah. Aamiin

    1. Gan …. baca qur’an jangan se ayat se ayat .. baca penuh satu surat dimana ayat itu berada .
      Asy-Syura 29 ? Yakin bunyinya tentang kehidupan di luar angkasa ? Apakah isi surat (utuh) itu tentang alien / luar angkasa …

    2. Segala kehidupan di langit dan bumi…
      Jin hidup di bumi, makhluk tak kasat mata, makhluk ghoib..
      Alien (jika memang ada) adalah makhluk kasat mata seperti manusia,hewan..
      Malaikat sebagian besar tinggal di langit, makhluk tak kasat mata, makhluk ghoib..

      Lebih masuk akal mana, Alquran menjelaskan bahwa Kehidupan di langit itu kehidupan ghoib atau kehidupan alien ?

  2. gini gan, kan metode turunya Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW itu secara berangsur-angsur ayat demi ayat sesuai kondisi masyarakat Mekah/Madinah pada saat itu (Asbabun Nuzul). Jadi ayat ini


    ﻭَﻣِﻦْ ﺁﻳَﺎﺗِﻪِ ﺧَﻠْﻖُ ﺍﻟﺴَّﻤَﺎﻭَﺍﺕِ ﻭَﺍﻟْﺄَﺭْﺽِ ﻭَﻣَﺎ ﺑَﺚَّ ﻓِﻴﻬِﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﺩَﺍﺑَّﺔٍ ۚ ﻭَﻫُﻮَ ﻋَﻠَﻰٰ ﺟَﻤْﻌِﻬِﻢْ ﺇِﺫَﺍ ﻳَﺸَﺎﺀُ ﻗَﺪِﻳﺮٌ

    “Di antara (ayat-ayat) tanda-tanda-Nya ialah menciptakan langit dan bumi dan makhluk-makhluk yang melata Yang Dia sebarkan pada keduanya. Dan Dia Maha Kuasa mengumpulkan semuanya apabila dikehendaki-Nya.” [QS. Asy-Syura:29]

    mungkin menyinggung tentang adanya kehidupan di luar angkasa, kata admin juga tidak ada salahnya untuk mencoba menafsirkan sendiri suatu ayat Al-Quran 🙂

    1. tidak sembarangan orang bisa dan boleh menafsirkan ayat AlQuran…Ada syarat syarat tertentu…. salah 2 nya yang ana tau…dia harus hapal 30 juz alquran dan artinya…serta hapal minimal 500 ribu hadist…baik hadist shohikh atau hadist palsu…cukuplah kita tau earth is flath dan semua elite global muaranya adalah dajal…kita hanya bisa berdoa untuk terhindar dari fitnah dajal ini seprti doa di penghujung sholat sebelum salam…

      1. Kalo gitu Susah amat yak jadi penerjemah Al Quran. Padahal surat 20 ayat 2 bilang dini

        ” Kami tidak menurunkan Al Quran ini kepadamu agar engkau menjadi susah”

        Qur’an itu mempermudah, bukan mempersulit!

    1. Itu bukan Admin yang ngomong gan, QUr’an nya yang ngomong begitu. Liat lagi coba QS Al-A’Raaf(7): 54

      “Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas ‘Arsy …”

      1. wah, masa Allah membutuhkan tempat?
        bertolak belakang dg sifatnya? mustahil dnk.
        kalo saya pribadi Allah itu bukan diatas, dibawah, dikiri, dikanan, ataupun di 4 penjuru mata angin.
        jangan dikejar pake logika, karna Allah mustahil mempunyai sifat mahluk. takut ada penyimpangan min.
        yg akhirnya lama kelama’an bisa2 kita mencoba membayangkan tuhan.
        contoh: 1semoga almarhum diterima disisiNYA.
        nah itu kan bukan berarti ruh yg mati ada di kiri kanan tuhan.
        2 shalat itu menghadap kepada tuhan. tapi maut juga menghadap tuhan. berdo’a menghadap tuhan juga.
        jika tuhan ada diatas kenapa tuhan sangat dekat? lebih dekat dari urat leher?
        ma’af sblumnya. kalo bisa kita fokus aja sama cipta’annya.
        dikhawatirkan orang yg awam bisa salah mengartikan.
        trimakasih.

  3. semoga melinweb dan para flaters yang lain nya bisa meruntuhkan kebohongan bumi bulat , penerbangan ke luar angkasa satelit dan tetek bengek yg lain nya.

  4. min ane mau kasih bukti(mungkin gak seberapa) tentang satelit, tolong kirim email ke saya. semoga buktinya masih ada. penting. ini logica orang IT
    terimakasih

  5. sebenarnya pemahaman bentuk bumi heliocentris yg sudah tertanam di otak kita tidaklah.menyesatkan kalo ditilik dari keiman kita kpd Tuhan

    Pada surat al Imran ayat 190 kemudian dikaitkan dengan pemahaman helio centris bahwa bumi dan matahari yg sudah menyatu menjadi bagian system alam semesta ini, bagaikan debu yg ada di jagat raya
    karna dijagat raya skarang ini ada satu septiliyun bintang yg salah satunya adalah matahari

    masya Allah 1 septiliyun bintang
    artinya, jumlah bintang ciptaan.Allah itu sebanyak 10 pangkat 27, atau 1 milyar pangkat 3,

    apakah pengetahuan ini berasal dari elite global, ? yg sering dikaitkan dlm web ini sbg dajjal
    kalo iya
    maka pengetahuan dari mereka itu meguatkan keimanan kita bahwa kehidupan dunia ini tidak artinya untuk di nomer satukan
    dajjal yg bermata satu,.bisa ditafsirkan sbg orang, atau.sekelompok orang yg hanya focus utk meraih kehidupan.dunia dan tidak beriman kpd kehidupan akhirat
    jadi tidak mungkin pengetahuan heliocentris ini diangap menyesatkan

    yg saya heran mengapa isu geo centris ini baru skarang heboh dan mengapa scientis dikita trutama fakultas astronomi ITB tidak punya kreatifitas berpikir sprti yg bnyak dibahas di web ini sprti hukum grafitasi nenyempitnya kutub selatan, dll pada heliocentris karna penjelasan di web ini cukup sederhana gak perlu lulusan sekolah tinggi2 untuk menerima pemahaman geocentris

    best regards

    1. Penyesatan sains yang dilakukan elite global sudah berlangsung selama ber abad-abad dan sudah mengakar secara sistematis, mereka juga sudah menguasai lembaga pendidikan dunia seperti (UNESCO). Jadi jangan heran kalo seandainya orang ITB tidak memiliki keingin tahuan lagi soal pemehaman Geosentris, karena merasa itu sudah pernah di telaah dahulu kala, dengan hasil pemahaman heliosentris lah yang valid.

      Untuk surat al imran ayat 190 sebenarnya tidak menjelaskan seperti yang agan paparkan. Bumi dan langit diciptakan Allah penuh dengan persiapan, selama 6 masa dan spesial untuk manusia. Bukan bukan berasal dari suatu kebetulan, dentuman inti atom yang menghasilkan galaksi yang kita kenal dengan fenomena Big bang. Big Bang adalah teori yang menyesatkan, sama halnya dengan pemahaman heliosentris. Silahkan klik yang saya berikan untuk lebih jelasnya.

      Pemahaman bumi hanyalah setitik debu diantara galaksi yang luas, adalah suatu usaha untuk menjauhkan kita dari Tuhan dan nilai-nilai Nya. Agar kita terlihat sebagai mahluk kecil tak berarti di mata Nya. Padahal bumi dan langit di ciptakan penuh dengan persiapan untuk pemeran utama hidup, yakni Manusia.

      1. Semula saya salah satu penentang FE, tapi telaah demi telaah, selidik demi selidik, ternyata teori FE lah yg selama ini sering terdengar di Al-Quran dan mungkin kitab suci agama lain nya. Teori sains modern dan GE memang bertentangan dengan yang selama ini saya kaji di Al-Quran.
        Teruskan gan, maju terus. Saatnya kebenaran meruntuhkan kebatilan.
        Terimakasih atas semua pencerahan nya

    2. kalo dipikir dan ditelaah lebih jauh, alam semesta yang mengatakan bahwa hidup ini tidak berarti dan menggambarkan kebesaran Allah memiliki arti yang buruk.
      pikirkan, ada ribuan galaksi, bintang, planet tetapi tidak ada kehidupan selain di bumi ? bukannya ini mubazir. sedangkan Allah membenci hal yang mubazir.
      kalo masalah bukti kebesaran Allah, Allah sering mengibaratkannya di ayat Al-Quran dengan Gunung, Unta, dan lainnya yang dapat kita lihat…

      adakah ayat di Al-Quran yang mengatakan “Tidakkah kamu lihat bagaimana galaksi dan planet diciptakan ?” atau “Lihatlah bagaimana Allah membuat 7 planet mengelilingi Matahari kecuali karena kehendaknya” adakah ?

      maap kalo gapaham}
      salam damai…

  6. Min saya awalnya percaya bhwa bumi bulat dan 3 bulan belakangan ini setelah lihat banyak refrensi baik d yutub/web2 lainnya, pelan2 logika sy muai terbuka (bukan paksaan / tekanan dr siapapun, murni dr diri saya sndiri yg ingin mencari tahu kebenaranya)

    Masalahnya hal ini sering sy perdebatkan dengan teman2 selingkungan saya (real life) alhasil mereka ujung2nya tertawa dan susah sekali menerima pendapat saya padahal saya ga ada sdktpun memaksakan pendapat saya..saya hanya mengemukakan..

    Nah inti percakapan mereka dan sy adalah..
    Mereka ingin dibahas juga soal bbrp ayat baik di alquran maupun bible yg meyinggung tentang pernyataan bumi itu berbentuk bulat..

    Jadi sy request ke mimin. Tlg dong jgn dibahas bumi datar aja dr sisi pandang kitab suci..tlg dibahas juga teori bumi bulat yg ada di kitab suci juga dan di compare lbh merujuk kemana (datar atau bulat ?)

    Agar mereka yg msh keukeh bilang bhw bumi bulat juga bs punya bahan acuan utk bs membandingkan..

    Kasarnya begini perkataan mereka ke saya ini..
    “Eh lo jgn cuman ngebahas ayat2 yg ngebahas bumi datar dong…klo lo yakin bumi datar, lo juga hrsnya bs bahas ayat2 yg membahas bumi itu bulat, klo lo ambil ayat2 yg cuman bahas bumi datar ya pikiran lo sempit bgt !! Biar adil lo bahas jugalah yg bumi bulat versi kitab2 suci !”

    Kaya gt min mksdnya saya..semoga bs dijawab dan ditelaah juga mksdnya. Terimakasih

    1. Kitab suci itu pada dasarnya memberikan penjelasan dan penegasan. Contoh, surat Al Baqarah ayat 186,

      (Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil)…

      See, Al Qur’an sebagai petunjuk, penjelas, pembeda. Kesimpulannya Al Qur’an ga plin-plan dalam memberikan petunjuk dan penjelasan. Contoh, Pria-Wanita, Baik-Buruk, Mu’min-Kafir, Halal-Haram. Diluar dari pada itu, bukan ketetapan Nya. Jadi kalo referensi Al Qur’an sudah mengatakan bumi itu dihamparkan, bulan dan matahari itu beredar, ya tidak akan berubah jadi menjelaskan bumi globe bro.

      Anyway, buat temen-temen agan yang belum terbuka pikirannya, ga usah ambil pusing, tinggalkan saja! Anggap saja belum dapat hidayah dan tidak perlu berdebat dengan mereka, dan Tuhan mungkin punya skenario lain buat dia. Rangkul yang percaya dan terus kampanyekan FE sesuai dengan cara yang agan bisa.

      Please see this !!

  7. Min saya bingung, disebutkan air itu di bawah arsy. Dan di gambar
    Injil, Kejadian, Bab 1 (Perjanjian Lama diatas berbeda seperti yg terlihat di video FE. Benda2 nya di gambarkan ada langit berada di bawah air.
    Tapi melihat di video penelitian FE rekaman yg menampilkan bintang bintang itu knp seolah bintang nya terlihat berada di dalam air ya? Karena seperti ada gelombang air di bintang tersebut.

    1. Mengenai Arsy dan air dibawahnya, sampai dengan saat ini batasan pengetahuannya adalah apa yang kitab suci katakan, dan belum lebih dari itu, termasuk mengenai posisi bintang yang seharusnya ada di bawah air, buka didalam atau diatasnya. Jika video menunjukan logika yang sebaliknya seperti yang agan maksudkan, kemungkinan hal itu berkorelasi dengan unsur lapisan atmosfer yang kaya akan air. Troposfer misalnya (Lapisan atmosfir paling bawah), jaraknya sekitar 6km – 10km dari permukaan bumi, 99.13% berisi air.

      Kemungkinan dari sinilah penyebab bintang yang berada di cakrawala jadi terlihat seperti dibawah air, karena refraksi dari troposfir.

  8. Min, boleh saya jadikan video dalam artikel yang super dahsyat ini ?
    pastinya dengan sumber yang tertera ?

    “saya gak mau jika hanya copas-capis doang, harus ada ijin dari sang admin”

  9. min sy percaya bumi emg datar, kalo sy pny teleskop dan balon udara yg bisa mengudara setinggi 240rb kaki, maka pada malam hari kita coba mengudara dan coba teropong dimana posisi matahari? Jika matahari berhasil di teropong dengan teleskop pada malam hari maka bumi is absolutely flatttt

  10. Logika saya si simple aja..kalau kacamata tidak rusak kenapa harus di perbaiki..
    Nah kmungkinan ada kesalahan di bumi globe makanya sekrng baru sadar mkanya orng2 FE pd mencari mana ug lebih masuk logika..apa lagi jika kitab suci yg mendukung.

  11. jadi inget pas sekolah tiap pelajaran sejarah,guru bilang gini

    “jangan sangkut pautkan pelajaran sejarah dngan alqur’an atau kitab lainnya karena hasilnya akan bertentangan,percayai saja apa yg kamu anggap benar mana yg lebih dipercaya,firman tuhan yg maha kuasa atau sekedar sains modern silahkan saya tidak melarang”

    dan itu yg buat saya percaya kalau bumi itu datar krn tentu saya lebih percaya pada kitab saya

  12. ada gak sih komunitas flat earth yg “real” di indonesia. kalo bisa ketemu dan gabung di bawah satu wadah kan enak kalo mau bikin “pembuktian” siapa tau ada rencana brilian / besar. yg bisa mendobrak enigma ini ( bukan bung enigma yah 🙂
    kalo ada minta info nya min. kalo belum ada coba mimin buat. gw yakin pasti banyak pengikutnya.

  13. “Dan sungguh Kami telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya dalam 6 hari, dan kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.”

    kenapa ada kata Kami min

    1. Ayat Al Quran itu bisa diartikan harfiah, bisa juga sebagai perumpamaan. Secara harfiah, penciptaan langit dan bumi cuma Allah yang tau, termasuk penyebutan kata “Kami” di situ pun, hanya Ia lah yang tahu.

  14. mungkin pertanyaan saya diluar koridor..
    mau tanya,berapa jarak bumi ke bulan dan matahari,dan metode pengukuran,,
    soalnya si luar sana yg sering saya baca ,jaraknya 300 sekian km..
    mungkin kl udah dibahas,,tlg kasih linknya,,
    terimakasih

  15. hati-hati min kalau nerjemahin.

    “Dan sungguh Kami telah menciptakan langit dan bumi serta segala yang ada diantara keduanya dalam 6 HARI, dan kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.”

    “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada antara keduanya dalam enam MASA, dan Kami sedikitpun tidak ditimpa keletihan.”

    MASA BUKAN HARI!!! Niat kan kamu ganti kata itu???

    1. Insya Allah kami senantiasa berhati hati

      Ada sejumlah ayat al-Qur’an terkait dengan penciptaan alam raya yang menyebutkan sittat ayyaam, ‘enam hari’, yang kemudian dimaknai sebagai ‘enam periode’ atau ‘enam masa’. Antara lain adalah Q.S. al-Furqaan (25): 59, Q.S. as-Sajdah (32): 4, Q.S. Qaaf (50): 38. Ketika menafsirkan Q.S. Qaaf (50): 38,

      M. Quraish Shihab dalam al-Mishbaah antara lain menyebutkan bahwa maksud dari kata ‘enam hari’ dalam ayat itu adalah enam masa atau enam periode. Dua hari untuk menciptakan bumi, dua hari untuk menciptakan aneka manfaat yang terdapat di bumi, dan dua hari untuk menciptakan langit. Yawm di dalam al-Qur’an ada yang berarti suatu masa yang lamanya 1.000 tahun, ada juga yang berarti 50.000 tahun, ada juga yang kurang dari itu. Jadi definisi hari yang dimaksud, boleh jadi bukan definisi 1 hari 24 jam seperti yang kita berlakukan di bumi.

      Dengan demikian, penciptaan langit dan bumi dalam enam hari dapat kita pahami dalam arti penciptaannya dalam enam tahapan, seperti yang kita baca di dalam Tafsir al-Mishbaah.

      -Salam-

  16. Surat Yasin Ayat 38
    dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

    kalau bumi itu bulat kenapa Allah bilang ‘matahari berjalan di tempat peredaran nya ‘, sangat jelas sekali bahwa Allah memberi pesan tersirat bahwa bumi itu datar !!
    toh kalau bumi itu bulat kenapa Allah tidak bilang ‘bumi berjalan pada tempat peredaran nya’ ??
    ditunggu jawaban nya
    -salam-

  17. Salam. Saya jadi terpikir apakah di antara para pengurus/admin di situs ini sudah ada yang meneliti mengenai pengakuan bahwa hadist (yg ditanamkan pada kita sejak kecil sebagai sumber hukum selain quran) itu juga sebenarnya hoax/tipuan dan merupakan suatu konspirasi besar yang menjauhkan manusia untuk bisa memahami ajaran quran yang murni/sebenarnya. Salam.

    1. By far kami memahami bahwa Al-Qur’an adalah pendukung hadist, dan bukan sebaliknya.
      Hadist shohih haruslah selaras dengan apa yang diterangkan di dalam Al QUr’an.

      So, dari parameter, belum ada pemikiran dari kami untuk menelaah hubungan hadits dengan konsipirasi elite global

      -Salam-

  18. saya pribadi merasa miris jika ada seoramg muslim menjadikan kitab lejadian sebagai hujjah tanpa di kaji ulang terlebih dahulu.
    apalagi mengenai gambar yg admin sampaikan.
    pertama:
    dalam kitab kejadian 1 :7-8 disebutkan Tuhan menciptakan raqiya sebegai pemisah air menjadi dua. lalu di auat delapan raqiya tsb lah yg di namakan shamayim (plural).
    sedangkan dalam alquran langit bukan lah pemisah antara air dengan air. tapi langit berasal dari uap air (asap, dukhan) yg ditinggikan. daei dukhan ini lah Allah menjadikan 7 lapis/tingkatan langit.
    pernah perhatikan air yg di simpan dalam wadah lalu di panaskan..???
    seperti itu lah perumpamaan pemisahan langit dan bumi yg dulu nya satu air.
    air dalam kekosongan, tanpa ruang, tanpa pembatas jika di panaskan maka ia akan menghasilkan asap (dukhan) ke segala arah. air (cikal bakal) bumi ini di liputi oleh asap (dukhan) dan asap ini lah yg jadi 7 lapisan langit.

    kedua : dalam kitab kejadian רקיע disebut sbg shamayim (plural). sedangkan raqiya ini dalam alquran yg dinamakan sbg السماء الدنيا (langit dunia), atau langit yg dekat. dalam hadist disebut الرقيق.
    jadi si penulis kitab kejadian hanya menggambarkan sebatas langit yg dia liat, yaitu raqiya tempat dimana benda benda langit di letakan sbg titik terjauh nya. belum sampai pada pemhaman lapisan langit ke dua dst.

    ketiga : mengenai Arsy di atas air.
    kalo di tinjau beedasaekan kaidah bahasa nya
    وكان عرشه على الماء
    lafadz كان merupakan fiil madhi, bentuk kerja lampau. makanya Depag menterjemahkan dengan “dahulu” atau “sebelum itu”., meskipun tidak di pungkiri banyak juga mufassir yg menganggap air tsb sampe sekarang masih ada di bawah arsy meskipun tidak di dukung oleh keterangan ayat lain nya.
    nabi Muhammad pernah menggambarkan keutamaan 7 lapis langit dan kursy ibarat cincin yg di lempar ke tengah tengah gurun pasir, dan ke utamaan arsy dengan kusry seperti keutamaan kursy dengan 7 lapis langit.
    dari hadist tsb mengisyaratkan kalo 7 lapis langit tsb saling melingkupi, begitu juga kursy dan arsy.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *