Perhitungan Gerhana NASA, Benar atau Salah ?

Perhitungan Gerhana NASA

Di sekolah kita diajarkan bahwa gerhana bulan terjadi karena bulan masuk ke bayangan bumi yang berbentuk bola, dan ini suatu hal yang tidak mungkin terjadi jika bumi datar. NASA bisa memprediksikan gerhana bulan sampai dengan jam dan menit nya. Kita sebagai orang awam akan berpikir bahwa NASA telah menghitung jarak bulan dan bumi, sehingga dari hitungan itulah terjadinya gerhana bisa terprediksi secara tepat. Pertanyaannya apakah benar seperti itu? Yuk coba dibuktikan.

Pertama mari kita cek website nya NASA, dan kita cari tahu bagaimana perhitungan gerhana NASA.

http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEsaros/SEsaros.html

gb55
Dalam website itu NASA mengatakan dapat menghitung gerhana dengan menggunakan SIKLUS SAROS (saros cycle). Siklus saros adalah metode perhitungan yang dibuat oleh kaum Babylonia kuno (iraq) ribuan tahun yang lalu.

https://en.wikipedia.org/wiki/Saros_(astronomy)

saros on wiki

Mereka menganalisa bahwa gerhana adalah fenomena rutin sama seperti terjadinya siang dan malam. Mereka menghitung gerhana dari waktu ke waktu sehingga dibuatlah siklus saros itu. Menurut hitungannya, gerhana bulan dan gerhana matahari terjadi setiap 18 tahun 11 hari 8 jam, dan ini adalah fakta. Mereka menggunakan dasar teori geosentrik untuk bisa menghasilkan hitungan akurat itu.

Berdasarkan siklus saros NASA bisa menghitung gerhana dari tahun 1901-2045.

http://eclipse.gsfc.nasa.gov/SEsaros/SEperiodicity.html#section104

siklus-saros-NASA-1901-2045

Dari sini NASA membuat ilustrasi terjadinya gerhana, yang seolah-olah prediksi tersebut di buat berdasarkan perhitungan pergerakan bumi dan bulan mengelilingi matahari (heliosentris). Padahal mereka menggunakan siklus saros yang tak ada hubungannya dengan bentuk bumi. Jadi kalo toh buminya kotak, bulat, trapesium atau segitiga, ya tetap saja kalendernya (siklus saros) tidak berubah.

Pertanyaannya, kenapa NASA tidak membuat perhitungan matematis dengan teori heliosentrik?

Nasa mengatakan jarak bulan dan bumi 240,000 ml atau 384,400 Km dan hitungan itu di dapat oleh Aristarchus of Samos (310-210) 2300 tahun yang lalu, dimana ia menghitung itu semua dengan rumus trigonometri pada saat terjadi gerhana bulan dengan asumsi bulan masuk bayang bayang bumi berbentuk bola.

gb58

Asumsi Aristarchus, bulan masuk bayang bayang bumi berbentuk bola, hasilnya:

1.Jarak bulan 384,400 km.
2.Diameter bulan 3,474 km (1/3.7 bumi).
3.Jarak matahari 149.6 Juta km (400x jarak bulan dengan bumi).
4.Diamater matahari 1,35 jt km (400x bulan) padahal ketika terjadi gerhana matahari total, besar matahari dan bulan hampir sama. Makanya dibuat asumsi jarak matahari 400x lebih jauh (dipaksakan biar sama).

Apa ini fakta? Jawabannya, semua hitungan itu SALAH. Sehebat apapun anda berhitung, angka-angka itu tidak akan bisa membuktikan terjadinya gerhana sesuai dengan siklus saros, dikarenakan semua angka itu hanya asumsi dan salah semua. Maka dari itu NASA masih menggunakan siklus saros sebagai acuan.

Observasi alam secara langsung menunjukan hal sebaliknya, bahwa matahari tidak sebesar dan tidak sejauh yang di asumsikan oleh NASA, coba perhatikan gambar ini!

gb60

Matahari tidak begitu besar, bisa dilihat pantulan bayangannya di awan itu, pantulan itu tidak akan terjadi kalo matahari sejauh dan sebesar yang NASA katakan.

Selanjutnya perhatikan 2 gambar ini!

sun-behind-clouds

cahaya-matahari-dibalik-awan

Dipermukaan bumi kita bisa melihat cahaya matahari menembus dan melebar dari balik awan, hal itu tidak akan terjadi kalo mataharinya jauh dan buminya lengkung.

gb62

Mereka beralasan hal itu disebabkan oleh atmosfir, padahal jika buminya lengkung dan atmosfirnya cembung, cahayanya akan mengerucut, bukan melebar.

Kita bisa mencoba fenomena ini dengan membuat karton yang di lubangi (seolah pola awan), lalu disinari dengan lampu. Akan terlihat cahaya melebar jika sumber cahaya dekat, dan akan tidak melebar jika sumber cahayanya jauh.

gb64

Ini membuktikan kalo matahari dekat dan bersifat Lokal (hanya mengitari bumi).

Dari situ rumus trigonometri bisa di implementasikan lebih nyata dengan mengukur derajat kemiringan matahari yang bisa diukur dengan bayangan benda di bumi, di butuhkan setidaknya 3 lokasi berbeda. Alat yang digunakan adalah triangulation yang biasa digunakan untuk mengukur ketinggian gedung atau gunung.

gb65

Hasilnya :
1. Jarak matahari 2.584ml atau 4,159km. Sumber
2. Diameter matahari 32ml atau 51,5km.
3. Bulan dan matahari hampir sama diameternya.

Jadi jarak bulan dan matahari bisa diukur tanpa perlu menunggu gerhana.

gb67

Bulan punya sinar sendiri yang sifatnya berbeda dengan matahari. Kalo sinar matahari panas, sinar bulan justru dingin. Makanya efek sinar bulan berbeda terhadap hewan jika di bandingkan dengan efek sinar matahari. Matahari dan bulan adalah simbol keseimbangan alam, yin dan yang.

gb68

Jika tidak percaya, ukurlah suhu sinar bulan dengan menggunakan termometer. Hitunglah bidang yang terkena sinar bulan dengan yang tidak terkena sinar bulan. Hasilnya yang terkena sinar bulan akan lebih dingin di bandingkan yang tidak terkena sinar. Ini berarti bulan mengeluarkan sinar sendiri, bukan memantulkan sinar matahari yang panas.

Bentuk bulan bukan bola, tapi seperti disk transparan, makanya dulu ada simbol bulan dan bintang, dimana seolah bintang terlihat menembus bulan.

gb69

gb70

Kesimpulan :
1.Presepsi NASA bahwa bumi dan bulan mengelilingi matahari adalah salah, karena NASA menggunakan siklus saros yang tak ada hubungannya dengan bentuk bumi.
2.NASA membuat propaganda bumi heliosentis dengan perhitungan angka yang salah alias tidak bisa dihitung.

Masuk akal bukan penjelasannya? Selanjutnya saya akan bahas Fenomena Horizon yang katanya membuktikan lengkungan bumi, benar atau salah?


Artikel Menarik Lainnya :



31 thoughts on “Perhitungan Gerhana NASA, Benar atau Salah ?

  1. menurut pemikiran saya pribadi, terjadinya gerhana diakibatkan oleh “konversi” pada “roda gigi” pada mesin semesta

    “konversi roda gigi” pada sumbu “x” matahari dan sumbu “x” bulan pada garis khatulistiwa, yg mengakibatkan pula terjadinya perbedaan musim

    “konversi roda gigi” pada sumbu “z” matahari dan sumbu “z” bulan yg jg mempengaruhi besar kecil penampakan matahari dan bulan atau ketinggian matahari dan bulan

    “konversi roda gigi” pergerakan matahari dan bulan yg mempengaruhi pembagian jumlah hari dalam 1 bulan

    semua bergerak secara dinamis mengikuti aturan-aturan pada program yg sudah di input ke dalam “PLC” semesta, sehingga tidak terjadi benturan-benturan satu sama lainnya sampai pada waktunya “POWER”-Nya dihentikan sesuai janji-Nya

    kenapa gerhana seperti itu?

    Rumus gerhana matahari saat ini:
    Matahari + bulan + bumi = gerhana. Ok dapat terwujud.

    Rumus gerhana bulan saat ini:
    bulan + bumi + matahari = gerhana. Menurut saya tidak ok, karena bulan saat gerhana selalu dalam posisi tampak bulat sempurna hanya perubahan warna yg signifikan. Bukan bulan yg tidak tampak

    seharusnya dengan rumus gerhana bulan di atas, bulan tidak akan terlihat

    Wallahu a’lam

  2. Diawal dikatakan bahwa gerhana adalah hal yang mustahil jika bumi berbentuk datar. Dan dalam isi artikel yang dibahas adalah cara nasa memprediksi terjadinya gerhana tersebut. Jadi pertanyaan saya, jika bumi datar bagaimana proses gerhana tersebut terjadi?
    Mohon jawabannya…

  3. Maaf saya mau tanya bisa di jabarkan cara menghitung alat triangulation? Dengan hasil matahari yang tiba tiba 32ml untuk diameter

    1. Angka diameter matahari 32 mile bukan kami dapat dari hitungan alat triangulation. Alat itu di gunakan untuk mengukur jarak benda yang tinggi dengan menggunakan 3 titik dan bisa di aplikasikan dengan mengukur matahari. Jadi bukan diameternya gan. Btw angka diameter itu kami dapat dari Seorang ilmuwan yang pada tahun 1899 menyatakan diameter Matahari hanya 32 mil mengatakan, bahwa “Matahari hanya 32 mil dan tidak lebih dari 3.000 mil dari Bumi”.

      Referensi sumber :
      https://www.lhup.edu/~dsimanek/flat/flateart.htm
      https://en.wikipedia.org/wiki/Wilbur_Glenn_Voliva

      1. Sy mengutip tulisan Anda

        “Dari sini NASA membuat ilustrasi terjadinya gerhana, yang seolah-olah prediksi tersebut di buat berdasarkan perhitungan pergerakan bumi dan bulan mengelilingi matahari (heliosentris).”

        Di ilustrasi di jelaskan seperti ini,

        The saros is a valuable tool in investigating the periodicity and recurrence of eclips….

        Dari penjelasannya di atas sy tidak menentukan bahwa NASA berpendapat seperti yg anda sebutkan…

        Pertanyaan sy,
        1. coba anda terjrmahkan penjelasannya ilustrasinya di atas
        2. Sy sudah melihat proses Siang Dan malam pada bumi datar. Yg sy tanyakan, berarti pada kutub selatan bumi datar, akan terdapat bagian kecil wilayah yg Siang sementara sisanya malam, bukan begitu? Tapi pada kenyataannya di kutub selatan bumi siang dan malam tidak pernah terbagi, artinya jika siang, seluruh kutub Selatan akan siang, tidak ada yg malam.
        3. Jika matahari berputar seperti pada ilustrasi FE, berarti ada sebagian dari kutub Selatan dan kutub Utara yg mengalami siang…
        Kenyataannya yg ada bahwa tidak pernah terjadi kutub Utara mendapatkan sinar matahari di waktu yg sama dgn kutub Selatan..
        Silahkan anda jelaskan

        1. 1. Tulisan tersebut memang murni bahasa dari kami, dan tidak bersumber dari manapun. Hal ini kami simpulkan karena dari info yang kami dapat di situs NASA, penentuan gerhana yang dilakukan oleh NASA berdasarkan sistem kalender saros, bukan dengan hitungan matematika dengan dasar ukuran dan jarak antara bumi – matahari dan bulan. So, kalau anda punya pendapat lain, monggo loh gan bebas bebas aja.

          2 dan 3. Jawabannya disini ya gan Fenomena Siang dan Malam 24 jam di Kutub selama 6 bulan.

          Btw kalo ga sejalan ga apa apa loh gan, semua yang kami paparkan bukan dalam rangka untuk membuat agan meyakini Flatearth.

          -Thanks for visiting melinweb.com-

          1. Sy sudah baca link yg Om admin berikan.
            Ada beberapa hal yg Om admin lewatkan dari penjelasannya, yg paling penting, Om admin mungkin “lupa” bahwa bumi tidak hanya berotasi, tapi juga berevolusi…
            Yg kedua, apa yg di sampaikan oleh Wikipedia itu benar, kebetulan sy punya sepupu dari sebelah ayah sy keturunan belanda yg kerja di antartika. Sy sudah konfirmasikan hal ini ke dia, ternyata emang seperti apa yg kita pelajari di sekolah selama ini. Dan disana tidak ada yg namanya di jaga militer dan tembok raksasa sebagaimana Om admin sebutkan pada ilustrasinya.
            Yg jadi pertanyaan sy, adakah bukti/ data valid tentang keberadaan tembok raksasa tsb? Krn sy punya bukti berasal dari sepupu sy yg kerja di antartika…

  4. Dan akhirnya kita tetap saja mengukur jarak tempuh menggunakan peta bumi datar bukan?
    Tidak pernah menggunakan peta bumi bulat (globe)…
    Dari pernyataan ini,, kenapa NASA tidak menggunakan GLOBE sebagai ukuran pasti perhitungan jarak. Malah menggunakan Peta Bumi Datar Sebagai Acuan.

    1. Karena semua skala, jarak dan ukuran yang di jadikan dasar oleh GE salah semua gan. Dasar yang mereka buat by far hanya sebatas Asumsi. So, “Asumsi” diatas “Asumsi”. Kalo Asumsi dasarnya salah, maka semua asumsi turunannya lebih ngawur lagi 🙂

        1. Nih orang terlalu ngeyel aja, kita disini bukan untuk berdebat tentang datar ato bulatnya, kita hanya membuat pemikiran dan pemahaman saja, banyak para orang luar sana bahkan ilmuan pun turut berdebat dengan asumsi mereka, kalo anda berkenan, coba bikin asumsi sendiri.

          coba pikir, kita ilmu darimana?, sebuah rumus darimana?, semuanya itu dari manusia, tidak ada manusia yang sempurna, semua saling membutuhkan, yang menamai hal baru juga para manusia.
          menurut keyakinan saya sendiri sih, bumi itu bulat. Jadi, gausah memutar kata-kata deh

          BHINNEKA TUNGGAL IKA

  5. Jangan debat terus, yg penting kita menjalankan nilai2 agama masing2, kalau berdebat terus lama2 matahari dan bulan mendarat di dataran bumi loh, baru percaya aslinya,,,

  6. Oia, kalau kajian GE dan FE dikomunalkan dalam kanal diskusi pembuktian ilmiah disertai polling tingkat kepercayaan khalayak, bagus itu. dan akan muncul prosentase nilai ukur yang kompre.

    Sedang elite global dan secret society, saya percaya, tp dikaitkan dg GE atau FE bs jg. .
    Bisa jg tdk, dgn asumsi lepas dr teori GE atau FE.

    Perlu wadah berkelanjutan pembahasan bukan pada manipulasi deret awam logika kita, krn jika dicounter seperti itu akhirnya kita ditengah-tengah.

    Saya sangat setuju admin mengatakan blm ada foto tentang FE dan kejujuran itu sangat saya hargai sbgai pmerhati.

    Salam ukhuwah
    Afwan mutathohhirin

  7. om admin saya mau tanya kan katanya NASA salah soal perhitungan gerhana, terus sebenarnya terjadinya gerhana itu gimana ya om kalo bumi itu datar?

    saya juga mau tanya kalo buminya datar terus bulan dekat sm matahari saya juga mau minta penjelasan teorinya kenapa bulan kok bisa bentuknya bulan setengah, bulan sabit ya om?

    thankyou

  8. Min mau nanya nih kenapa di bulan ada bekas” meteor gitu.
    Kan bulan dalam kubah bumi,dan dari salah satu artikel agan itu mengatakan bahwa kubah bumi gak bisa di tembus dan meteor itu hoax.
    Bisa jelasin min itu bercak” apa ?
    Terima kasih

    1. Emang agan yakin itu bekas meteor? Bagi kami, ya memang seperti itulah tekstur permukaan bulan. Kalo itu dipertanyakan, agan sama kaya nanya “Kenapa ada lubang di hidung manusia?”

  9. Bagian di artikel ini dimana disebutkan bulan mengeluarkan cahaya sendiri malah membuat saya tidak yakin… apalagi bagian “mengeluarkan sinar dingin”
    saya juga sudah mengukur “sorotan cahayanya” dengan termometer, hasilnya ya… tidak ada hasilnya karena yg terukur ya suhu iklim saat itu.. suhu 28 derajat Celcius yg kena sinar bulan maupun tidak… sama aja

    Bagaimana Al-Quran menjelaskan bahwa cahaya bulan hanya pantulan dari cahaya Matahari, sedangkan Matahari menghasilkan cahaya sendiri??? Untuk memahami ini ada baiknya kita jangan hanya berkutat pada satu ayat, pelajarilah Al-Quran secara keseluruhan jangan sepotong-sepotong dan yang paling penting pelajari tinjauan nahwu shorof bahasa Arabnya bukan sekedar melototin terjemahannya.
    Firman Allah subhanahuwata’ala :

    وَجَعَلَ ٱلْقَمَرَ فِيهِنَّ نُورًۭا وَجَعَلَ ٱلشَّمْسَ سِرَاجًۭا

    “Dan Allah menciptakan padanya BULAN SEBAGAI CAHAYA (Nuron) dan menjadikan MATAHARI SEBAGAI PELITA (SIROJA)?” (QS.Nuh:16)


    Kita coba perhatikan juga ayat-ayat senada:

    تَبَارَكَ ٱلَّذِى جَعَلَ فِى ٱلسَّمَآءِ بُرُوجًۭا وَجَعَلَ فِيهَا سِرَٰجًۭا وَقَمَرًۭا مُّنِيرًۭا

    Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya MATAHARI BERCAHAYA (Siroja) dan BULAN YANG MEMINJAM CAHAYANYA (Muniraa)”.(QS. Furqan : 61 )


    هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلشَّمْسَ ضِيَآءًۭ وَٱلْقَمَرَ نُورًۭا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُوا۟ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍۢ يَعْلَمُونَ

    “Dia-lah yang menjadikan MATAHARI BERSINAR (Dhiya a) dan BULAN BERCAHAYA (Nuron) dan ditetapkan-Nya manzilah-manzilah (tempat-tempat) bagi perjalanan bulan itu, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu melainkan dengan hak. Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya) kepada orang-orang yang mengetahui.” (QS.Yunus:5)

    Imam mufassir Al Baidhawi menafsiri ayat ini :

    “Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya.” (QS. Yunus : 5) setelah beliau mejelaskan gambaran matahari dan bulan, “Allah swt memberikan pengetahuan kepada kita, bahwasanya matahari bersinar dengan dirinya sendiri,sementara bulan bersinar karena menerima pantulan sinar matahari dan menyerapnya.”

    Baca juga ayat ini:

    وَجَعَلْنَا سِرَاجًۭا وَهَّاجًۭا

    “dan Kami jadikan pelita yang amat terang (matahari),” (QS.An-Naba’:13)

    Dalam Al-Qur ‘an Matahari “As-Syams” (ٱلسَّمَآ) selalu menggunakan kata “siroja” (سِرَاجًۭا) yang artinya obor , “dhiya a”(ضِيَآءًۭ) artinya cahaya kemuliaan atau “wahaj” (وَهَّاجًۭا ) yang berarti lampu yang hidup/terang.

    Sedangkan untuk Bulan “Qomar” (قَمَرًۭ ) menggunakan kata “Nur” (نُورًۭ) yang artinya pantulan cahaya, “Munira” (مُّنِيرًۭا ) yang artinya cahaya yang dipinjamkan. Tidak mungkin Bulan (Qomar) menggunakan kata “siroja” atau , “dhiya a” atau “wahaj” selalu menggunakan kata “Nur” atau “Munira”.

    Selanjutnya baca juga ayat ini:

    ٱلنَّجْمُ ٱلثَّاقِبُ

    “(yaitu) bintang (An-Najm) yang cahayanya menembus(Ats-Tsaqib)” (QS.At-Thariq :3)

    Kata Arab untuk Bintang adalah An-Najm (ٱلنَّجْمُ) dan cahayanya digambarkan dengan Tsaqib (ٱلثَّاقِبُ), Dia menembus kegelapan dan menghabiskan diri nya sendiri. Jadi, bintang adalah benda angkasa yang memiliki cahayanya sendiri. Dan salah satu dari bintang adalah Matahari, berarti Mataharipun punya cahaya sendiri sama seperti bintang lainnya

    Al-Qur’an membedakan bahwa bulan bercahaya (dari pantulan) dan matahari = pelita (sumber cahaya). Karena Al Qur’an bukan ucapan manusia tapi firman Allah. Matahari & Bulan, keduanya sama-sama menerangi, hanya saja matahari selain menerangi ia juga membawa hawa panas serta menghasilkan cahaya sendiri, adapun bulan memberi cahaya yang tidak ada panasnya dan hanya merupakan pantulan dari matahari. Karena sesuatu tidak akan dikatakan sebagai siroj kecuali selalu disertai dengan panas. Dan yang namanya benda yg bercahaya seperti bulan belum tentu benda itu adalah sumber cahaya, bisa jadi cahayanya berasal dari pantulan cahaya benda lainnya, itu sebabnya kenapa bulan selalu identik dengan Nur bukan Siroj.

    Adapun ahli falaq (perbintangan) atau yang mengenali dengan dalam tabiat matahari dan bulan, mereka memahami dua gambaran di atas, apabila mereka tahu bahasa arab. Sesungguhnya ayat-ayat di atas memberikan penjelasan bahwa matahari memberikan penerangan dari dalam dirinya sendiri, adapun bulan cahayanya adalah hasil pantulan sinar yang ditangkapnya, ini adalah perbedaan kata yang sangat detail dan teliti, kita tidak menyebut kamar kita dengan siraj karena ia memberikan cahaya atau sinar, tapi kita katakan cahaya kamar adalah pancaran cahaya lampu yang menyinari dari dalam dirinya sendiri, siraj memancarkan sinar dan cahaya dari dirinya sendiri.

  10. meskipun orang awan , Saya sama sekali tidak percaya dengan ocehan teory bumi datar , teory bumi datarhanya mambatasi daya pikir manusia , dan memaksakan pada orientasi pada suatu kepercayaan monotisme , tuhan pasti ada , mustahil jika alam semesta ini tanpa ada penciptanya , tuhan memang ada kita harus mempercayainya , namun memaksakan science pada pola pikir yang membatasi adalah hal yang salah , bing bang hanya teori , heliocentris pun demikian , namun 2 teory ini lebih membuka fikiran untuk menembus lebih jauh.

    1. Bagaimana kalo yang terjadi justru sebaliknya. Banyak kebenaran yang di sembunyikan pada bumi yang datar ini, dan perhatian anda di alihkan oleh teori-teori yang anda anggap membuka fikiran.

      Bayangkan ada hal-hal benar tapi di alihkan oleh ilmu yang sebenarnya ilusi. Jadi mana yang dibatasi ??

      1. Teori bumi datar mengatakan peta bumi / google earth dibuat menggunakan drone dan bukan satelite , bagaimana mungkin drown bisa mengfoto sebegitu luas permukaan bumi , dimana kemampuan mengudara drone sangatlah terbatas , tapi bisa mengfoto seluruh permukaan bumi.
        Thus , cotoh nyata , saya tinggal didesa saya ini telah lebih dari 40 tahun , saya tidak pernah melihat drone terbang diatas rumah saya , tapi mengapa pada peta google earth bisa terlihat ada mobil parkir di halaman rumah saya , dan itu benar warna mobil saya. saya yakin itu dari foto satelite. Seperti diketahui bahwa teori bumi datar juga tidak mempercayai adanya satelite.
        Jadi janganlah menyerap ilmu yg membatasi daya fikir kita , nanti kita jadi bodo , semua sains pada awalnya dianggap sebagai ilusi , dengan perkembangan jaman dan diuji oleh waktu maka akan terbukti kebenarannya . Sangatlah berat pada fikiran kita bila sains yang muncul harus dipaksakan sama dengan kepercayaan yang ada pada kitab suci masing masing tertentu.

        1. Hmm Kepada pa sugeng yang terhormat. Jika memang anda adalah seorang awam seperti yang anda sebutkan di komen awal, akan lebih baik kiranya anda menelaah persoalan flatearth ini secara mendalam supaya daya fikir anda tidak terbatasi seperti yang anda selalu maksudkan.

          Sebagai umat beragama, kami meyakini apa yang dikatakan oleh kitab suci, terutama kitab suci agama “samawi” (Islam, Nasrani, Yahudi). Apa yang di sampaikan Kitab sejalan dengan FE “apa adanya” bukan “dipaksakan” seperti pernyataan anda. Sekali lagi jika anda memang awam, maka pelajarilah baik baik supaya pikiran anda tak terbatasi. Kami yang meyakini FE tentunya juga telah lebih lama tau mengenai teori GE ketimbang FE. Tentu kami pun sulit berpindah haluan jika tidak melihat kebohongan yang nyata ataupun kebenaran yang nyata adanya.

          Btw kalo anda berpikir Drone yang di maksud adalah drone yang bisa di pakai kebanyakan orang untuk membuat foto udara suatu lapangan atau bangunan, agaknya terlalu sempit pandangannya. Sebenarnya banyak drone canggih yang memiliki daya jelajah tinggi. Bahkan di kalangan militer ada drone yang bisa tidak terdeteksi oleh radar untuk menyusup wilayah negara tertentu (antar negara / antar benua). Drone bernama ‘Titan Aerospace’ adalah salah satu yang telah di akuisisi oleh Google untuk membuat klaim “Citra Satelite” (nama produk : Google Earth). Drone tersebut menggunakan tenaga matahari, sehingga memiliki daya jelajah tinggi. Silahkan anda googling penampakannya !

          Baru baru ini ada seorang anggota APDI (Asosiasi Pilot Drone Indonesia) memosting di sebuah forum mengenai bagaimana membuat map layaknya google earth menggunakan drone, Aerial Mapping dengan Drone sesuai skala aslinya. Hasil Aerial Photography dirangkai di komputer menggunakan Dronedeploy (Software untuk membuat peta dari Photo Drone) untuk orthomosaic gambar, dan QGIS (software) untuk tambah coordinate, hasilnya berupa peta lengkap dengan skalanya, dan akurasi dan presisinya dapat di pertanggung jawabkan.

          Sejatinya Drone dari APDI pasti pernah melewati daerah anda, dan google mengambil jepretan tersebut untuk melengkapi Maps Google Earth yang mereka rilis. Foto pada Google Earth sejatinya juga tidak Real Time. Coba sekarang anda pindahkan mobil anda, lihat lagi google Earth! Apa mobil anda telah berpindah tempat? Kalo satelite memang ada seharusnya mobil anda benar-benar terlihat berpindah (Real time). GPS yang terlihat real time saja tidak bisa menampilkan gambar real, karena hanya bisa menentukan titik kordinat keberadaan kita yang sebenarnya menggunakan menara BTS, yang di padukan dengan software animasi pemetaan.

          Jika satelite benar-benar bekerja mengapa pesawat MH370 tidak bisa di temukan di laut lepas, tidak terekam sama sekali, padahal secara logika satelite akan lebih mudah mendeteksi suatu benda di laut lepas, ketimbang di gang sempit. Sementara itu tukang Gojek justru bisa dengan mudah menemukan sebuah alamat di gang sempit.

          Anda tahu berapa kecepatan satellite ?? jawabannya 23x kecepatan suara. Coba anda lihat disain nya ? masuk akal buat anda? Silahkan di telaah dan di renungkan!

          Oh ya, sebaiknya jangan terlalu mengumbar kata bodo (bodoh). Karena boleh jadi kata itu justru menunjuk pada diri sendiri. Ada 2 orang tipe bodoh :
          1. Bodoh Standart : Orang yang tidak tahu, karena memang belum tahu atau belum mencari tahu (Awam). Tipe ini masih bisa di ajarkan, atau belajar sendiri dengan kemauan keras.
          2. Bodoh Kuadrat : Orang yang tidak menyadari kalo dirinya sebetulnya tidak tahu. Nah orang seperti ini yang sangat susah diluruskan. Bahkan Gajah dipelupuk mata pun, bisa tidak terlihat oleh nya.

          -Salam-

  11. Ingin sekali saya menggambarkan faham FE ini seperti yg sedang didalam tempurung itu , namun dalam kolom komentar ini , tdk disediakan untuk melampirkan attachment. Sepertinya Admin ini hanya memberikan informasi dgn sistem vertikal saja.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *