Pemberian Vaksin : Medis, Bisnis, Depopulasi ?

Kita telah mengenal pemberian vaksin sebagai langkah medis preventif agar kita terhindar atau terlindungi dari suatu penyakit. Pemberian vaksin pada manusia dilakukan dengan cara memasukan suatu bibit penyakit yang dilemahkan, sehingga menyebabkan terstimulusnya daya tahan tubuh.

Ada pendapat yang mengatakan bahwa sebenarnya pemberian vaksin tidak berhubungan dengan peningkatan daya tahan tubuh, karena fungsinya hanya sebagai perangsang imunitas tubuh. Oleh karena itu meski sudah di vaksin, faktanya masih tetap saja banyak orang yang terkena penyakit. Selain itu, apakah masuk akal, memasukan penyakit dengan sengaja untuk menjaga kesehatan?

Pendapat Kontra Vaksin

Pasti anda adalah salah seorang yang pernah menjalani vaksinasi, atau setidaknya kami yakin, bahwa anda pernah menjalani vaksinasi cacar yang di wajibkan kepada kita saat di bangku sekolah, betul kan?! Kata vaksin berasal dari Vaccinia, yakni penyebab infeksi cacar pada sapi.

Sudah 50 tahun terakhir ini, umat manusia di hantui oleh wabah penyakit kanker. Jenis kanker pun bermacam-macam, dan sebagian besarnya di klaim tidak bisa disembuhkan yang pada akhirnya berujung kematian.

Untuk anda ketahui, bahwa seorang peneliti Kanker asal inggris bernama DR. W.B. Clarke mengemukakan bahwa, kanker tidak pernah ada sebelum kewajiban vaksinasi cacar di perkenalkan. Ia menyatakan telah menghadapi 200 kasus kanker, dan semua pasien nya itu telah mendapatkan vaksinasi cacar sebelumnya.

Selaras dengan pendapat Clarke,seorang peneliti vaksin internasional bernama Neil Z. Miller mengatakan bahwa sebelum ada vaksinasi besar besaran, di Amerika tidak ada wabah kanker, penyakit autoimun, apalagi kasus autisme. Saat ini justru telah muncul berbagai penyakit aneh lainnya, semenjak anak-anak diberikan vaksinasi.

Presiden Pusat Informasi Vaksin Nasional Amerika, Barbara Loe Fisher, juga menyimpulkan bahwa pemberian vaksin lah yang menjadi penyebab seseorang mengalami gangguan daya tahan tubuh (imun), asma, gangguan syaraf, anak berkebutuhan khusus seperti autis, hiperaktif, lemah daya ingat, lupus, epilepsi, artritis reumatiod, sklerosis multiple, AIDS dan masih banyak penyakit lainnya.

Dr. Richard Moskowitz (Harvard University) mengemukakan bahwa :

“Vaksin menipu tubuh supaya tidak lagi menimbulkan reaksi radang. Sehingga vaksin mengubah fungsi pencegahan sistem imun.”

The Vaccine Adverse Events Reporting System (VAERS) telah menelaah berbagai reaksi merugikan akibat dari program vaksin. Mereka mencatat bahwa pada tahun 1999 sd 2002, setidaknya ada 244.424 kasus vaksin dimana 2.866 diantaranya berujung dengan kematian.

Babi dan Vaksin

Drs. Iskandar, Apt. MM, yang merupakan mantan direktur perencanaan pengembangan di PT Biofarma pernah mengemukakan bahwa banyak vaksin yang di buat menggunakan enzim tripsin babi, khususnya vaksin polio. Bagian-bagian dari hewan yang tak lazim kerap digunakan untuk membuat vaksin, diantaranya sel dari ginjal primata seperti monyet.

Selaras dengan pernyataan diatas, Dr. Soedjatmiko, SpA(K), MSi, Sekretaris Satgas Imunisasi PP IDAI mengemukakan bahwa proses bibit vaksin memang bersinggungan dengan bahan haram, yakni tripsin pankreas babi, namun induk vaksin telah dibersihkan total dengan cara ultrafilterasi beratus-ratus kali, sehingga sudah tidak ada unsur babi nya. Benarkah? Well, untuk yang satu ini saya kembalikan kepada anda!

Vaksin dan Elite Global

Menurut sumber tak resmi yang kami dapatkan, vaksin adalah proyek penguasa global (Elite Global) untuk merusak sifat / watak generasi penerus, sekaligus merupakan bagian dari program depopulasi manusia. Menurut mereka, jumlah ideal penduduk dunia adalah 500 juta jiwa saja.

Di dalam vaksin terdapat DNA dari manusia lain yang pernah berhasil melawan suatu penyakit. DNA itu berisi kumpulan sel genetik, sifat, histori penyakit leluhur si pemilik DNA, yang akan mempengaruhi perkembangan orang yang menerima vaksin. Pertanyaannya, pernahkah anda berpikir dari mana asal DNA itu? Bagaimana jika berasal dari orang-orang yang bertabiat buruk? Pelaku kriminal misalnya.

Maka dari itu, tidak hanya kanker, penderita autisme pada anak telah meningkat hingga 200% beberapa tahun ini. Ini dapat mengartikan suksesnya program vaksin mereka untuk menciptakan generasi lemah.

Vaksin merupakan senjata biologis berbalut hal medis. Vaksin modern dikelola oleh Flexner Brothers yang di danai oleh pentolan Elite Global yakni The Rockefeller Family. Mereka pula yang membuat banyak lembaga internasional temasuk WHO. Sungguh ironis bukan? Mereka ingin meraup dua keuntungan sekaligus, yakni menguras kantong anda dengan dalih medis serta melancarkan program depopulasi demi mewujudkan Novus Ordo Seclorum.


Artikel Menarik Lainnya :



One thought on “Pemberian Vaksin : Medis, Bisnis, Depopulasi ?

  1. Memang ada yg aneh terhadap vaksinasi, temanku aja yang gak pernah sekolah baik2 aj tanpa vaksin, atau memang fisiknya kuat atau krn vaksin emg gk berguna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *