Komunikasi Jarak Jauh dan Internet Tak Perlu Sattelite

Fiber Optic dan Menara BTS

kabel-fiber-optic-internet-dibawah-lautBanyak orang berpikir internet itu terhubung langsung dengan satellite. Padahal sebenarnya jaringan internet dan komunikasi dunia terhubung menggunakan Fiber Optic yang terinstalasi baik di darat maupun di lautan. So, internet tak perlu sattelite.

Sampai dengan hari ini Fiber Optic adalah pengantar media komunikasi yang paling handal. Kecepatannya hampir menyamai kecepatan cahaya.

menara-btsJaringan internet dan telepon wireless di darat terhubung lewat menara Base Transceiver Station (BTS). Jadi Fiber Optic dan menara BTS adalah benda nyata dan merupakan investasi yang besar. Pada artikel lain kami sudah jelaskan bagaimana cara kerja teknologi GPS dan Google sendiri mengakui bahwa my location pada Google Map sebenarnya hanya menggunakan menara BTS dan bukan menggunakan satellite.

Secara logika, jika memang satellite itu ada dan jumlahnya ribuan, mengapa pesawat MH370 yang hilang tidak langsung terlacak keberadaannya? sungguh aneh jika dibandingkan dengan cara kerja pemanggilan GOJEK yang bisa menjemput kita di gang yang sempit, padahal teknologinya cuma menggunakan menara telkom biasa.

Militer menggunakan White Alice

white-alice-communication-systemUntuk daerah yang tidak ada menara BTS, dari dulu sudah ada teknologi White Alice yakni teknologi yang bisa memantulkan sinyal ke atmosfir tanpa satellite. Perlu diketahui bahwa sampai saat ini militer masih menggunakan teknologi white allice dengan nama Tropospheric Scattering.

Apakah militer Iran yang telah lama di embargo bisa membeli satellite?

Jawabannya sudah pasti tidak, namun mereka tetap saja bisa mengatur navigasi penerbangan dan berkomunikasi jarak jauh tanpa disadap, karena mereka menggunakan White Alice.

Omega Navigation System

Tahun 1945 jepang menyerang pearl harbour. Mari kita pikir sama-sama bagaimana jepang bisa menentukan titik kordinat dengan tepat? padahal satellite saat itu belum ada. Program satellite baru ada ditahun 1957, dimana satellite pertama Russia yakni sputnik di luncurkan. Jepang menggunakan Omega Navigation System untuk memandu penerbangan.

Omega navigation system adalah sistem komunikasi jarak jauh (internasional) dengan menggunakan 8 menara, sistem ini merupakan pengambangan dari LORAN (Long Range Navigation) yang digunakan sejak PD II. Jadi benar-benar tak ada hubungannya dengan satellite.

Untuk lebih jelas silahkan anda tonton Video dibawah ini. Namun dalam video ini, penjelasannya masih menggunakan ilustrasi dengan bumi globe, padahal sistem ini tidak mungkin bekerja kalau buminya melengkung.

Bagaimana dengan Ramalan Cuaca?

Nasa sebenarnya menggunakan balon cuaca dengan nama Weather Balloon. Hal ini tentunya mengundang pertanyaan, buat apa ada begitu bayak satellite sementara NASA masih saja menerbangkan Weather Balloon? Buat apa donk Satellite?

balon-cuaca-nasa

Menurut data dari NASA, kecepatan satellite adalah 23x kecepatan suara atau 28.000km/jam. Namun yang tidak masuk akal adalah disain satellite yang berupa panel dan parabola ditambah para astronot yang bisa terbang dengan santai berada dekat satellite. Anda bisa baca selengkapnya diartikel Space Station dan Satellite Hoax.

Jumlah satellite ada ribuan namun tidak ada satupun yang terdeteksi oleh teleskop dibumi. Bahkan ISS live tidak pernah menayangkan ribuan satellite itu. Satellite tidak pernah tabrakan dan tidak pernah habis bahan bakarnya.

Terakhir, coba anda perhatikan photo dibawah ini !

Sesuai judul yang kami tulis itu adalah foto resmi pendaratan kendaraan berawak kedua yang mendarat di Bulan dengan nama Lunar Module Apollo12 dari NASA. Anda bisa cek di situs resminya disini.

Anda tau masalahnya dimana? Masalahnya adalah foto itu diambil / dipotret dari bulan. So, sepertinya para kru dokumentasinya sampai lebih dulu dari pada astronotnya dan ga ketinggalan bawa tripod tentunya 🙂

Sunguh realita HOAX yang menyebalkan bukan?


Artikel Menarik Lainnya :



46 thoughts on “Komunikasi Jarak Jauh dan Internet Tak Perlu Sattelite

  1. Ane jawab ya min,

    Selama ini mind set nya satellite dengan metode satellite news gathering (SNG), dan teknisnya adalah perlu mahal-mahal sewa satelite (emang di situ bisnisnya).

    Namun sebetulnya kalo agan telaah, ada beberapa metode siaran langsung tanpa satellite yang sudah mulai di sadari orang-orang dan bisa jadi hal-hal seperti itulah yang digunakan selama ini, namun teknologinya di sembunyikan dari publik agar bisnis satellite bisa terus lanjut.

    contoh dagangannya PT. LiveTV Multimedia nih.

    CMIIW ya min 🙂

    1. Sejauh ini memang klaimnya menggunakan satellite sih. Tapi mengingat keberadaan satellite yang ada pada suhu 1.650 °C, ditambah berputar 23 kecepatan suara dengan disain kaya parabola begitu, agaknya memang meragukan keberadaan si satllite itu. Ane rasa teknologinya masih berhubungan dengan teknologinya white alice dimana langit secara natural bisa berfungsi sebagai pemantul sinyal dan gelombang. CMIIW ya min 🙂

        1. ALFAN DJ planet tidak ada? jadi gimana sih?
          jelas2 gw pernah liat planet venus, jupiter, mars, saturnus, pake teleskop gw sendiri.
          bintang itu benda langit yang dapat memancarkan cahaya sendiri.
          makanya wawasan diperluas
          ngawur bener ni orang !

    1. By far, itu masih menjadi Top Secret para elite. Namun di beberapa negara. Konsep White Alice mereka aplikasikan untuk keperluan militer. Contoh pada masa tragedi “Pearl Harbour” 1941. Pihak jepang bisa menentukan titik penyerangan dengan sempurna tanpa menggunakan hoax yang disebut satellite. Karena Satellite baru launch tahun 1957 (Sputnik Rusia) yang fungsi sebenarnya tidak penting. “Sputnik cuma sebuah bola yang membunyikan sinyal”. Yang heboh peluncurannya 🙂

  2. Halo kakak admin…. Saya masi kepo dgn artikel yg kakak tulis, saya boleh nanya yah kak…☺
    1. Apakah kakak percaya dg teori flat earth?
    2. Kalo iya, apa kakak tau ttg bentuk bintang menurut teori flat earth??? Aku penasaran bgt asli…kalo dari bumi kita liat bintang kan kecil bingits. Aslinya segede apa dan bentuknya kaya apa yaaah….

  3. Mana yg benar antara bumi itu bulat seperti yg dikatakan NASA, bumi itu datar seperti yg katakan FLAT EARTH atau bumi itu bulat seperti telur onta seperti yg ditulis didalam AL-QUR’AN? Mohon gan dijawab karena saya sangat penasaran!

    1. Al Qur’an tidak menjelaskan secara gamblang soal bumi berbentuk telur burung unta. Kata Dahaaha, tidak dapat di definisikan sebagai telur burung unta (al udhiyyuu). Lebih jelas silahkan tonton :




      Sisanya saya kembalikan ke anda, mau percaya bumi versi elite global, atau apa yang kami paparkan di website ini!

      – Salam –

  4. Makasih min penjelasanya .. kita semua tdk ada bisa menembus bumi .. soal nasa bisa ke bulan itu menurut saya adalah hoax terbesar…percayalah suatu hari nanti teori siapa yg bakalan terungkap kebenaranya .. pasrahkan semua dg allah swt. aja min ..
    #FlathEarth

  5. Saya percaya bahwa bumi itu datar. Ini ada pertanyaan bagaimana bisa terjadi gerakan parabola. Misalnya bola dilempar ke atas lalu jatuh lagi ke bumi membentuk lengkung parabola. Bila tidak ada gravitasi, mengapa bisa terjadi gerakan parabola? Mohon jawabannya min. Terima kasih.

    1. Tidak ada korelasi antara bentuk jatuh parabola dari bola yang di lempar dengan gravitasi. Satu satu nya penyebab bola jatuh adalah berat jenis bola yang lebih tinggi di bandingkan dengan mediumnya, yaitu udara

      1. mau bertanya juga nih mas. kalau memang penyebab bola jatuh ke tanah karena berat jenis bola lebih tinggi dibandingkan mediumnya. kenapa arah geraknya ke tanah mas? kenapa gak ke atas?

        1. What goes up must come down -Archimedes Theory-

          .
          Kalo jatuhnya keatas berarti melanggar fitrah dan hukum fisika :-p, Wess ojo di pikir sing abot-abot 🙂

  6. Memang kita semua telah ditipu oleh orang barat. Yang berkedok bisnis satelit, padahal alam sudah menyediakan pemantul sinyal alami yg gratis. Banyak kejadian aneh terhadap peluncuran” satelit didunia, awal peluncuran memang tidak ada yg aneh, tapi setelah mencapai angkasa roket berubah menjadi animasi CGI dan mereka beralasan bahwa roket tersebut kehilangan kontak (padahal sebenarnya roket tersebut mungkin saja sudah terbakar diangkasa, karena suhu yg sangat panas). Sudah terbukti bahwa satelit dan pendaratan dibulan hanyalah tipuan belaka, kita sesama muslim janganlah mudah terkena tipu daya mereka. Mari kita sama” tingkatkan ibadah kita agar kelak kita tahu segala kebenaran didunia ini.

    1. Boy, india sama china udah pernah meluncurkan rover ke mars, dan itu pake roket sama teknologi mereka sendiri, kalo peluncuran roket hanyalah CGI masa iya india sama china bikin tipuan sendiri seolah2 mereka berhasil mengirim rover ke mars dan ditonton oleh rakyatnya sendiri, buat apa coba?.
      dan juga kalo ente pernah ke ATM pasti selalu liat ada parabola di atas bilik ATM itu kan, itu adalah high gain antenna untuk sambungan langsung ke satelit.
      wawasan lu kurang banyak boy

  7. Selama ini belum ada pergerakan massive mosi tidak percaya tentang ajaran globe earth. Para akademisi di Indonesia pun jarang yang menanggapi isu flat earth Dan konspirasi global Ini.. Semoga waktu akan lebih cepat membuktikan siapa yang benar Dan siapa yang salah..

    Terakhir, untuk admin.. Keep searching the truth ocreehh..

    1. Semua Teori konspirasi saat ini dibuat seolah jadi sugesti oleh ELite Global dan Antek-anteknya. Mereka sengaja melakukan hal ini untuk membiaskan antara Realita dan Ilusi. Siapa yang tersadar dan membahas ini akan di anggap Bodoh! Para akademisi dan pemerintah tidak mau di anggap seperti itu, dan jika seandainya tersadarpun, agaknya mereka lebih memilih tidur.

      -Salam-

  8. namanya juga cuci otak sjak sd.jadi banyak yang tak percaya tentang flad erth…
    mudah2an di masa yang akan datang elit global terbongkar boroknya

  9. Hanya Allah SWT yang tau bentuk bumi, kita manusia hanya bisa mensyukuri segala nikmat yang diberikannya, air, udara, tanah, tumbuh2an, hewan dll yang telah dirancang sedemikian rupa untuk kebutuhan hidup manusia. luar angkasa itu hiasan, kenapa kitab suci selalu membahas tentang bumi, kenapa tidak membahas tentang yang ada diluar angkasa? bumi itu unik, termasuk segala isinya. Salam people Power.

  10. satelit itu ya memang ada, yg gk percaya adanya satelit sama saja gk percaya manusia yg bisa terbang dengan pesawat, dan pemikiran itu tertinggal 500 tahun yg lalu,
    moso sih masih ada aja manusia yg gk percaya dengan adanya benda terbang di atas sana,

  11. satelit memang tidak memancarkan langsung ke Hp agan, satelit komunikasi lebih berperan mentransmisi data antar satelit dan terhubung kemenara BTS, nah dari BTS itu baru di transfer ke Hp,
    karna jarak satelit yg cukup tinggi dan sinyal Hp itu terbatas, maka BTS berperan penting sebagai penguat menghubungkan sinyal Hp agan di tiap jangkauan tower BTS terdekat.

  12. Trus kmaren pas Telkom 1 “ilang” knapa ATM pada gabisa min?

    Anyway, satelit itu ada berbagai macam orbit, jarak, ukuran, dan fungsi. Klo referensi satelitnya aja gak bener begini, kok bisa menyimpulkan bahwa satelit gak ada sih? Anak-anak SMA aja pada buat satelit cubesat, masa kalah sih ilmu-nya sama anak SMA? Tolong di update dong ilmunya min. Bulan juga satelitnya bumi lho, sedangkan bumi adalah satelitnya matahari.

    Ane yang kerja di bidang satelit dapet gaji darimana kalau satelit gak ada? So funny 😀

    1. Sebelum admin jawab, perlu di ketahui kalo agan kena Penalty 1 ya. Silahkan baca Aturan Berkomentar

      Ada beberapa kemungkinan yang membuat jaringan internet terganggu. Yang paling sering terjadi adalah masalah teknis pada jaringan kabel fibber optik. Terutama yang berada di bawah laut. Jadi tidak berhubungan sama sakali dengan Satelit.

      Soal satelit ada di bermacam orbit, segala jenis dan fungsinya Admin jelas tau gan, tinggal buka wiki juga ada penjelasannya disitu. Orbit Satelit terendah ada di kisaran 500 km sd 2000 km disebut satelit LEO (Low Earth Orbit). Pelajari lagi berapa suhu di ketinggian 500 km dari permukaan bumi!!

      suhu-diketinggian-atmosfir

      Bisa agan liat suhu diatas 500 km telah melebihi 1500℃ Suhu itu setara dengan suhu untuk melumerkan baja besi. Kalo aga emang ngerti satelit dan kerja di bidang itu, mohon agan jelaskan ke Admin :
      Dari bahan apa satelit itu, hingga bisa bertahan di suhu yang telah admin sbutkan ??
      Bagaimana satelit tidak jatuh ke bumi di ketinggian itu?
      Bagaimana satelte bisa bertahan di kecepatan 28.000/jam dengan disain yang seperti panel?

      Admin yakin, selama agan kerja ngurusin satelit, agan cuma di jelaskan tutorial / prosedural mengerjakan sesuau yang seolah di definisikan sebagai “pengendalian satelit” atau semacamnya, namjn sebenarnya tidak. Semua sudah tersistem dan agan telah menjadi bagian sistemik tersebut.

      -Salam-

      1. Tambahan, ada lebih 20.000 benda yang katanya di luncurkan oleh pihak pengembang space program, namun tak pernah terlihat oleh telescop raksasa di bumi, tanpa pernah tabrakan, tak isi bahan bakar….cek FE101

      2. berhubung saya juga kerja ngurusin beginian. saya bantu jelaskan ke admin.

        1. ketinggian diatas 300km kepadatan molekul udara untuk menghantarkan panas sudah sangat sedikit bahkan nyaris tidak ada, jadi walaupun suhunya 1500 derajat tidak akan terasa panas sama sekali, itulah kenapa di daerah pantai udara terasa sangat panas dibanding di pegunugan, karena semakin tinggi tempatnya molekul udara penghantar panas semakin sedikit.

        2. karena ketinggian diatas 500km gravitasi bumi 0. itu aja sudah cukup

        3. satelit tidak akan hancur walaupun bentuknya seperti panel karena pada ketinggian diatas 300km molekul udara sudah tidak ada, jadi secepat apapun satelit dia tidak akan hancur karena tidak bergesekan dengan molekul udara. ketinggian sekitar 10km saja molekul udara sudah menipis, jadi pada ketinggian 150km keatas molekul udara nyaris tidak ada.

        indonesia punya stasiun pengendalian satelit milik telkom dan bisa komunikasi langsung secara real-time dengan satelit, jadi kalau satelit adalah hoax maka apa yang kami kendalikan? sebuah software komputer yang membuat kami seolah2 sedang mengendalikan satelit ?

        pertanyaan dan pernyataan ada konyol sekali…!!!

        1. 1. Jika memang di ketinggian itu molekul penghantar panas sudah tidak ada, lantas bagaimana para ilmuan itu bisa menentukan panas sesuai dengan tabel yang telah Admin paparkan? Silahkan di jabarkan pembuktian bahwa memang tidak ada penghantar panas di area ketinggian 300 KM

          2.Pada ketinggian 500 KM pun, sejatinya benda akan tetap jatuh. Orang-orang yang percaya dengan GE pun paham soal itu. Namun mereka berdalih satelit tidak terjatuh karena satelite mengorbit bumi dengan kecepatan 23 kecepatan suara (27.359 Km/jam)

          … Satelit jenis LEO merupakan satelit yang mempunyai ketinggian 320 – 800 km di atas permukaan bumi. Karena orbit mereka yang sangat dekat dengan bumi, satelit LEO harus mempunyai kecepatan yang sangat tinggi supaya tidak tertarik oleh gravitasi bumi. Kecepatan edar satelit LEO mencapai 27.359 Km/jam untuk mengitari bumi dalam waktu 90 menit…

          Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Satelit

          3. Video dibawah ini Admin anggap sebagai penggambaran Angkasa luar yang di sosialisasikan Elite Global. Mengingat Hollywood adalah bagian dari alat propaganda mereka. Monggo di tonton dulu !

          – Apakah di video itu terlihat bumi dan satelite bergerak cepat seperti yang di jelaskan Wikipedia dan NASA (Perbandingkan dengan gerakan para Astronot!)
          – Pada bagian akhir video terlihat bagaimana ISS da Satelite hancur terkena gesekan udara dari pecahan Asteroid.

          Banyak ketidak konsistenan tergambar pada video tersebut, Kalo agan tetap berkeyakinan semua itu ada, sumonggo ya gan!

          Bila keragaman udah terjadi yang paling terpenting saling junjung tinggi toleransi. Jangan membuli jangan mengejek.

          لَكُمْ دِينُكُمْ وَلِيَ دِينِ

          -salam-

          1. 1. Jika memang di ketinggian itu molekul penghantar panas sudah tidak ada, lantas bagaimana para ilmuan itu bisa menentukan panas sesuai dengan tabel yang telah Admin paparkan? Silahkan di jabarkan pembuktian bahwa memang tidak ada penghantar panas di area ketinggian 300 KM

            Oke, perlu ada pelurusan pemahaman supaya tidak ada salah paham dari masing masing pihak. Temperatur sendiri didefinisikan sebagai energi yang dimiliki oleh suatu benda yang diakibatkan oleh getaran partikel atomiknya. Jika biasanya kita mengukur temperatur menggunakan termometer, maka tidak demikian dengan kondisi di termosfer (>85 km). Dengan jarak antar partikel yang begitu renggang, perlu ada teknik lain dalam mengukur temperatur partikel gas di ketinggian tersebut.

            Di sisi lain, kalor berpindah dengan cara konduksi, konveksi, dan radiasi. Dengan jarak antar pertikel yang begitu renggangnya pula, maka perpindahan kalor akan menjadi lebih sulit. Dari kasus tersebut, maka kita akan mencari tahu tujuan penelitian. Bagaimanakah cara untuk memastikan :
            1. Kerapatan (density) udara pada ketinggian X km.
            2. Temperatur partikel gas pada ketinggian x km.

            Ada 2 cara untuk mendapatkan data tersebut. Yang pertama adalah observasi dari darat, dan observasi langsung di tempat.

            Untuk observasi darat, untungnya kita punya beberapa instrumen yang bisa kita andalkan. Yang pertama, incoherent scatter radar. Alat ini bekerja dengan memancarkan gelombang radio seperti radar pada umumnya dan bekerja pada VHF-UHF dan menangkap pantulan sinyal dari ketinggian tertentu. Alat ini dapat menentukan kerapatan partikel, temperatur partikel, dan komposisi partikel ion. Alat kedua, Lidar atau Light detection and ranging, mirip dengan radar namun menggunakan cahaya, biasanya dengan laser. Alat ini bekerja dengan memancarkan laser yang akan dihamburkan oleh partikel gas pada ketinggian tertentu. Data hamburan kemudian akan dianalisis dengan instrumen lain. Data seperti temperatur, kerapatan partikel, dan komposisi gas (oksigen,nitrogen,dll.) bisa didapatkan.

            Sedangkan untuk observasi di tempat biasanya dilakukan dengan menerbangkan roket yang berisi instrumen atau dengan satelit. Yang akan saya bahas instrumennya saja. Untuk mengukur kerapatan kita bisa menggunakan laser interferometer, spectrophotometer, ionization gauge, falling-sphere viscometer, dan accelerometer. Sedangkan kita bisa mendapat data temperatur dari IR/UV spectrometer, sonic anemometer, milimeter wave interferometer, infrared sounder, dll.

            Dari semua data-data tersebut, disusunlah sebuah kompilasi besar yang menghasilkan data baru yang cakupannya global, seperti contohnya US Standard Atmosphere 1976 yang masih menjadi rujukan berbagai cabang ilmu yang melibatkan atmosfer. Sedangkan contoh lebih modernnya adalah NRLMSISE-00 yang sering digunakan untuk memprediksi orbital decay atau peluruhan orbit benda angkasa seperti satelit. Data ini juga dipakai dalam observasi langit dengan teleskop.

            Simpulan, dari hasil observasi yang didapatkan, suhu partikel pada termosfer memang sangat tinggi. Namun karena jarak antarpartikel sangat jauh (ratusan meter – belasan kilometer), perpindahan kalor menjadi minim dan tidak akan membuat satelit meleleh. Ancaman utama satelit pada ketinggian ini justru tumbukan meteor mikro, peluruhan orbit, dan kegagalan elektronika.

            2.Pada ketinggian 500 KM pun, sejatinya benda akan tetap jatuh. Orang-orang yang percaya dengan GE pun paham soal itu. Namun mereka berdalih satelit tidak terjatuh karena satelite mengorbit bumi dengan kecepatan 23 kecepatan suara (27.359 Km/jam)

            Memang benar, karena satelit pun mengalami peluruhan orbit. Jumlah partikel pada ketinggian itu memang sangat sangat sedikit, namun masih tetap ada. Sehingga seiring waktu satelit pun akan berkurang kecepatannya dan secara otomatis ketinggiannya juga berkurang. Kecepatan itu memang kedengarannya tidak masuk akal (setidaknya jika dibandingkan dalam kehidupan sehari-hari), tetapi kenyataannya mekanika orbital menyatakan bahwa untuk menjaga ketinggian tertentu dibutuhkan kecepatan tertentu pula.

            Maka dengan kondisi atmosfer pada ketinggian satelit, kecepatan seperti itu bukanlah suatu hal yang aneh atau mustahil. Perlu diingat, kondisi atmosfernya berbeda dengan kondisi manusia sehari-hari. Kesalahpahaman FE biasanya diakibatkan oleh ketidakmampuan menentukan mana variabel kontrol, terikat, dan bebas serta mengambil simpulan dari dasar acuan yang salah. Ini yang perlu dikoreksi agar tidak ada pertanyaan serupa yang sebenarnya sudah dijawab berkali-kali.

            3. Video dibawah ini Admin anggap sebagai penggambaran Angkasa luar yang di sosialisasikan Elite Global. Mengingat Hollywood adalah bagian dari alat propaganda mereka. Monggo di tonton dulu !
            – Apakah di video itu terlihat bumi dan satelite bergerak cepat seperti yang di jelaskan Wikipedia dan NASA (Perbandingkan dengan gerakan para Astronot!)
            – Pada bagian akhir video terlihat bagaimana ISS da Satelite hancur terkena gesekan udara dari pecahan Asteroid.

            Apapun alasannya, dari manapun pihaknya, jika suatu argumen mengambil bukti pendukung dari sebuah film maka argumen tersebut diragukan kevalidannya. Hanya orang inkompeten yang mengambil dasar argumen dari sebuah film. Seakurat apapun, film tetaplah sebuah film yang rawan manipulasi. Film tersebut (Gravity-2013) bergenre Sci-fi, Science-FICTION. Film tersebut tak lebih dari sebuah karya fiksi atau karangan cerita. Karena itu, poin ini saya abaikan.

            Catatan untuk admin dan yang lain juga, jika mau membuat sebuah argumen, carilah dasar yang lebih kuat seperti jurnal ilmiah atau laporan penelitian yang memang sudah terbukti valid, bukan cuplikan film fiksi atau tulisan blog tak jelas asal usulnya.

            Sumber :
            1. Temperature measurement with a sonic anemometer and its application to heat and moisture fluxes. P. Schotanus F.T.M., Nieuwstadt H.A.R., De Bruin, 1983.

            2. Atmospheric Radiation Measurement site atmospheric state best estimates for Atmospheric Infrared Sounder temperature and water vapor retrieval validation. David C. Tobin, et al., 2006.

            3. Middle and upper thermosphere density structures due to nonmigrating tides. Jeffrey M. Forbes, Xiaoli Zhang, Sean Bruinsma, 2012.

            4. In-situ density measurements in the mesosphere/lower thermosphere region
            with the TOTAL and CONE instruments. Boris Strelnikov, Markus Rapp, and Franz-Josef Lubken, 2013.

            5. Measurement of Particle Size, Number Density, and Velocity Using a Laser Interferometer. W. M. Farmer, 1972.

            6. Thermospheric Temperature Variation Inferred from Incoherent
            Scatter Observations. J. P. McClure, 1971.

            7.EARLY RAYLEIGH-SCATTER LIDAR TEMPERATURE
            MEASUREMENTS FROM THE LOWER THERMOSPHERE. Leda Sox, Vincent B. Wickwar. 2015.

            8. Revised global model of thermosphere winds using satellite and ground-based observations. A. E. Hedin, et al., 1991.

            9. Atmospheric temperature measurement by a high spectral resolution lidar. Hiroshi Shimizu, Kazuo Noguchi, Chiao-Yao She, 1986.

            10. The Relationship between Mass and Mobility for Atmospheric Particles: A New Technique for Measuring Particle Density. Peter H. McMurry , Xin Wang , Kihong Park, Kensei Ehara, 2010.

    2. Tidak percaya ya sudah, yang di perlukan hanya pembuktian, anda hanya bekerja di bidang tertentu tapi anda tidak tahu anda di bidang apa sebenarnya, lakukan riset, bukan berdebat….salam…

  13. Admin, atau siapapun yang bisa membantu, ada yang ingin saya tanyakan.
    Saya sedang belajar mengenai FE.
    Untuk masalah satelit, SpaceX milik Elon Musk (dari A.S.), India, China, dan 8 negara (total 11, Source: https://en.wikipedia.org/wiki/Satellite) meluncurkan satelit milik mereka sendiri dengan platform mereka sendiri. Apa iya mereka semua ada bagian dari elite global?
    Memang, saat ini Antarctic Treaty sudah ditandatangani oleh 53 negara (Source: https://en.wikipedia.org/wiki/Antarctic_Treaty_System), termasuk 9 diantaranya adalah negara yang meluncurkan satelit sendiri, kecuali Israel dan Iran, 2 negara ini tidak menandatangai ATS. Jadi memang memungkinkan kalau misal semua bagian dari elite global. Atau mungkin rekan yang lain ada penjelasan?
    —————————————————————————————————————–
    Mengenai GPS, saya merasa perlu memberikan masukan informasi yang saya ketahui berdasarkan pengalaman sebagai programmer Android. Untuk GPS bisa berkerja, dibutuhkan hal-hal ini:
    – Line of sight vertical (tidak bisa berada di bawah bangunan dengan beton yang tebal), bahkan bekerja kurang optimal kalau cuaca sedang mendung.
    – Koneksi ke lebih dari 3 “satelit” (apapun artinya “satelit” itu), dengan dasar perhitungan lokasi dari irisan lingkaran dari masing-masing cakupan “satelit”. Semakin banyak irisannya maka semakin akurat lokasinya.
    – Tidak membutuhkan koneksi internet untuk bisa bekerja, Anda bisa menyalakan mode Airplane, tapi tetap menyalakan GPS, dan GPS akan tetap bekerja. Hal ini pernah saya test di atas pesawat dengan airplane mode (tanpa airplane mode pun di pesawat sudah pasti tidak ada sinyal dari BTS), dengan tujuan melihat kecepatan terbang pesawat menggunakan aplikasi GPS Speedometer, dan ternyata berhasil, saya mendapatkan angka sekitar 600 – 700km/jam, cukup akurat dibandingkan dengan kecepatan terbang Airbus a320.
    – Setahu saya, Google My Location tujuannya digunakan untuk HP yang tidak punya GPS, seperti pada gambar di videonya BossDarling(BD) itu kan featured phone (hp jadul), bukan smartphone. Pada smartphone pun fitur ini masih bisa digunakan, caranya buka menu GPS dan ganti modenya dari “High Accuracy” menjadi “Power Saving”, smartphone hanya akan menggunakan BTS, WiFi, Bluetooth, untuk membantu mencari lokasi Anda, akurasinya cukup rendah sekitar 1-2 kilometer, tapi sudah cukup untuk melacak Anda berada di kota / kecamatan mana. GPS memiliki akurasi hingga 6 meter.

    1. Admin komentar sebagian dl ya, soalnya Admin mau tau respon yang lain terutama soal cara kerja GPS seperti yang agan jelaskan.

      Soal Elon Musk dan Space Program Negara lain :

      Menurut pemberitaan, Elon Musk (pemilik Space X) adalah Kontraktor Swasta yang memberikan layanan kepada NASA, terkait dengan pengiriman kargo ke ISS nya NASA. Selain itu Space X juga didanai oleh NASA untuk melakukan LITBANG untuk fitur kapsul ruang manusia di bawah pengembangan program komersil.

      Meski di klaim Space X tidak di kendalikan oleh NASA, namun logika sederhana bisa membaca bahwa sejatinya mereka itu berada dalam frame yang sama. Info yang menyatakan NASA turut membiayai LITBANG Space X adalah salah satu yang paling kuat menunjukan adanya aroma konspirasi.

      Untuk Space Program di Negara lain, sebenarnya mereka semua ada di bawah kendali NASA dan Roscosmos. Salah satu yang Admin rasa dapat menyimpulkan hal itu adalah sbb :

      Gambar diatas adalah beberapa logo dari Space Program Negara-Negara (terutama Negara yang agan tanyain). Kesamaan dari semua logo Space Program di Negara adalah adanya simbol Vector atau Chevron (bentuk lidah ular) yang merupakan symbol dari Elite Global (Illumnati).

      Hal ini tentunya juga menjawab apa yang agan tanyakan soal Antarctic Treaty, karena di logo yang Admin perlihatkan ada logo Space Program Israel dan Iran.

      -Salam-

  14. permisi min, saya harap fast respon min, disini saya abi audikha, ingin bertanya apa aja sih bahan bahan yang harus di butuhkan untuk membuat white alice? apakah untuk membuat white alice hanya membutuhkan sebuah material? lalu gimana cara untuk mengumpulkan sinyal untuk di pantulkan ke langit? atu jika ada komunitas tentang white alice ini saya berminat untuk bergabung dan siap belajar, disini saya tertarik dengan proyek ini. lalu apakah white alice ini bisa kita bangun sendiri di rumah? atau dibutuhkan menara (white alice) yang besar dan out door? lalu bagaimana dengan internet internet yang berada di rumah kita dengan wifi? itu hanya membutuhkan panel kecil untuk bisa kita mengakses internet. bahkan bold yang berukuran sebesar hp bisa menghasilkan internet yang cukup besar. sebelumnya saya ucapkan terimakasih. -salam flat earth.

    1. Salam Abi Audikha, kami tidak bisa menjawab seluruh pertanyaan anda, namun perlu anda tahu bahwa banyak birokrasi njlimet yang harus kita hadapi jika ingin membuat White Alice kita sendiri. Salah satunya Peraturan Menteri Kominfo Mengenai Penetapan Pita Frekuensi Radio.

      Meski frekuensi yang kita set nanti termasuk free, tapi pada penggunaannya tetap dibatasi, dan setau kami hanya max 4 watt isotropik (36 dBmw) untuk outdoor dan 100 mw output transmitter, daya output yang hanya 0,1 watt cuma bisa menjangkau area 100 meter saja.

      Silahkan cek detailnya di :
      http://www.postel.go.id/downloads/40/20121019144946-permen-2-2005-wifi-24ghz.pdf
      http://www.postel.go.id/content/ID/regulasi/frekuensi/kepmen/permen%205,8%20ghz.pdf

      Selain itu Untuk bisa memantulkan sinyal di lapisan Stratosfer, kita membutuhkan daya yang lumayan besar, puluhan kalau tidak ratusan watt.

      -Salam-

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *