Buku Klaim Serius Bumi Datar

Gravitasi HOAX, Berat Jenis FAKTA

Ini adalah artikel pendalaman mengenai gravitasi, setelah sebelumnya kami mengupas hal ini pada artikel yang berjudul Teori Gravitasi Newton Mitos atau Fakta?. Perlu rasanya kami mendetailkan kembali, mengingat kata gravitasi telah begitu familiar dan telah menjadi bagian dari kurikulum yang diajarkan kepada kita dan generasi kita hingga saat ini. Namun faktanya, gravitasi begitu rumit untuk dijelaskan, sehingga jika anda mampu memecahkan benar ada atau tidaknya gravitasi, besar kemungkinan orang lain tidak akan percaya dengan anda, dan anda akan di anggap bodoh atau gila karena berusaha mematahkan teori seorang ilmuan ternama bernama Isaac Newton. Anyway itulah yang kami lakukan dalam pembahasan di artikel ini :-p .

So, mari kita mulai dengan pertanyaan “Bagaimana cara kerja gravitasi?” Apakah cara kerja gravitasi sama seperti cara kerja magnet, dimana magnet punya gaya tolak dan gaya tarik? FYI, cara kerja magnet menurut ilmu alam adalah, kutub utara magnet menarik kutub selatan magnet dan jika kedua kutub yang sama bertemu, maka yang terjadi adalah gaya tolak. Hal ini sesuai dengan hukum polaritas (law of polarity), dimana jika ada gaya tarik, berarti ada gaya tolak.

Jika cara kerja gravitasi sama dengan cara kerja magnet, maka jika ada gaya tarik bumi (Gravity), berarti ada gaya tolaknya (Anti Gravity). Pertanyaannya, jika memang ada gaya tolak bumi, dimana kah letaknya? Apakah ada wilayah bumi yang mebuat kita terpental seketika ketika kita melewatinya?

Perlu di ingat, bahwa magnet hanya bisa menarik benda-benda yang berbahan besi, nikel dan kobalt. Namun dalam teori gravitasi, semua benda dan mahluk hidup bisa menempel dengan bumi. Truk seberat 1 ton bisa menempel dan seolah gravitasi punya kemampuan teramat besar untuk menarik benda-benda, namun seekor burung dengan entengnya hinggap dan terbang tanpa terpengaruh gravitasi, bukan kah itu aneh?

Rahasia Teori Gravitasi Isaac Newton

Sekedar pengingat, gravitasi diperkenalkan Isaac Newton tahun 1665. Lewat legenda apel jatuh, ia merubah secara revolusioner pemahaman kita mengenai alam semesta. Lewat sebuah proposal, ia meng klaim bahwa gaya yang menarik apel ketanah adalah sama seperti gaya yang membuat bulan berputar mengeliling bumi. Namun tahukah anda bahwa Newton sendiri sebenarnya tidak pernah tahu bagaimana cara kerja gravitasi tersebut?

Ia tidak bisa menjelaskan cara kerja gravitasi seperti halnya cara magnet bekerja, karena gravitasi bisa menarik segala benda dan mahluk hidup. Unsur bagian bawah bumi adalah bebatuan, jadi batu bisa menarik air, batu menarik besi, batu menarik daging, batu menarik kayu, batu menarik plastik, batu menarik batu. Well … apa menurut anda semua itu masuk akal?

Rumus gravitasi memang ada, namun itu tidak menjelaskan bagaimana bumi bisa menarik semua benda dan mahluk di bumi yang elemenya berbeda-beda.

Pendapat Tesla mengenai Gravitasi

Berkebalikan dengan Newton, seorang ilmuan jenius bernama Nikola Tesla, justru punya pendapat berbeda soal penyebab bulan mengorbit terhadap bumi. Tidak seperti ilmuan lain, Tesla meyakini bahwa matahari tidak teramat besar (109 x bumi), dan tidak sejauh yang selama ini di dogmakan kepada kita. Matahari begitu dekat, dan berukuran lebih besar sedikit dari bulan, serta mengorbit terhadap bumi.

Tesla mengatakan bahwa matahari dan bulan bergerak secara nirkabel di medan media elektromagnetik, yakni bumi. Tesla meyakini bahwa bumi adalah pusat dari alam semesta. Elektromagnetik, membantah teori gravitasi, karena satu-satunya gaya yang di butuhkan untuk melawan, adalah elektromagnetik, dan bukan lah gravitasi.

“The Sun and The Moon are powered wirelessly with the electromagnetic field. This field also suspends the celestial spheres with electromagnetic levitation. Electromagnetic levitation disprove gravity, because the only force you need to counter is the electromagnetic force, not gravity”.

-Nikola Tesla-

Apa yang dijelaskan Tesla sejalan dengan fakta keberadaan elektromagnetik di dalam atom. Berdasarkan penelitian, Atom terdiri dari unsur Proton (+), Electron (-) dan Neutron (N). Proton dan Neutron ada di pusat Atom sedangkan Elektron mengelilingi inti Atom. So, bumi ibarat pusat atom, sementara bulan dan matahari punya elemen yang berbeda dengan bumi, sehingga bersifat seperti elektron, yakni mengelilingi bumi. Ini lah yang disebut elektromagnetik.

Berkebalikan dengan apa yang menjadi pendapat Tesla, teori Newton mengenai pergerakan bulan terhadap bumi diyakini karena adanya gravitasi bumi. Namun secara logika, bila gravitasi yang membuat bulan mengorbit,seharusnya ada titik habisnya. Bisa-bisa bulan jatuh ke bumi. :-p

Air yang menempel pada bumi yang bulat adalah suatu keanehan yang telah terlanjur kita percayai, dan tidak pernah kita pertanyakan lagi apa penyebab nya dan bagai mana cara kerjanya, sejak teori gravitasi muncul. Sebuah kata yang di ulang secara terus-menerus, meski kata itu tak ada artinya, rasanya akan jadi familiar, dan kondisi ini bisa membuat kata yang tak berarti itu tampak benar, meski sebenarnya tidak. Rasanya seperti sudah dipelajari dan mempelajari nya, padahal sebenarnya belum.

“Kebohongan yang di ulang-ulang akan membuat publik percaya”

– Adolf Hitler –

Pendapat Einstein mengenai Gravitasi

Lain halnya dengan Einstein, ia sebenarnya tidak sejalan dengan Newton dan coba meluruskan hal itu dengan teori relativitasnya, dimana ruang dan waktu sebenarnya melengkung. Menurutnya, hal ini lah yang membuat bumi terdorong dan berputar mengelilingi matahari pada orbitnya (versi bumi bola). Begitu pula halnya yang terjadi pada bulan yang mengorbit bumi.

Namun hal ini pun tidak bisa dibuktikan secara logis di alam nyata (hanya asumsi) mengingat lengkungan ruang dan waktu tidak dapat dilihat dengan mata telanjang ataupun degan alat sekalipun. Beberapa sumber mengatakan, ketika Einstein mengemukakan teori relativitas, metode yang digunakan adalah “Thought Experiment” (Experimen Pikiran), atau dalam bahasa gampangnya ber imajenasi alias fantasi, dan bukan berdasarkan penelitian yang dilakukan di lab secara ilmiah.

Kesimpulannya, cara kerja gravitasi tidak pernah bisa dijelaskan secara ilmiah sejak 250 tahun yang lalu hingga saat ini. Entah terlalu rumit atau memang hanya karangan si penemunya semata.

Menjawab “Mengapa Benda Jatuh ?”

Jawaban ini sebenarnya telah ditemukan oleh Archimedes, 2000 tahun sebelum teori gravitasi Newton muncul. Ia mengemukakan tentang teori berat jenis. Mengapa besi tenggelam di dalam air? Karena berat jenis besi lebih besar dari mediumnya (air), dan sebaliknya mengapa gabus bisa mengapung diatas air, karena berat jenis gabus lebih ringan dibandingkan berat mediumnya (air). Dan jika berat jenis benda dan mediumnya sama, maka benda terebut akan melayang.

Kita dan benda-benda di bumi memiliki berat jenis. Lantas apa yang menjadi medium kita? Jawabannya “Udara”. Mengapa kita bisa terjatuh?, karena berat jenis kita lebih besar dari pada udara sebagai medium. Begitu halnya dengan balon udara (helium), mengapa bisa terbang? karena berat jenis balon tersebut lebih ringan dari udara.

Awan bisa melayang karena berat jenisnya sama dengan udara, simple dan logis. Inilah yang menjawab mengapa gravitasi bisa menarik gajah, namun tak mampu menarik awan atau balon gas, singkat kata tidak ada gravitasi.

Jadi hal yang membuat membuat benda jatuh di bumi dan hal yang membuat bulan mengelilingi bumi jelas berbeda. Benda jatuh karena berat jenis, sedangkan peredaran matahari, bulan terhadap bumi di karenakan elektromagnetik. “Gravitasi HOAX, yang ada ialah Berat Jenis”. Konstanta gravitasi universal (9.8 m/s2) tidak berlaku untuk balon gas, awan dan semua benda lain yang masa jenisnya lebih ringan dari udara.

Demikian, semoga memberi pencerahan!


Artikel Menarik Lainnya :



101 thoughts on “Gravitasi HOAX, Berat Jenis FAKTA

  1. Hoax.

    Jika anda berkata berat jenis adalah penyebab jatuh, lalu apa penyebab sebuah benda memiliki berat? Apa penyebab kita merasakan berat benda?

    Jika di bumi bulat gampang saja. Kita merasakan berat karena ada gaya tarik ke pusat bumi/gravitasi bumi.

    Ditunggu jawabannya

    1. Hmmm, benda memiliki berat karena memilik unsur atau elemen. Lain unsur, maka beratnya pun akan berbeda. Kami rasa apa yang kami paparkan diatas sudah cukup jelas. Pro dan Contra adalah hal yang wajar. Terlebih lagi kata “Gravitasi” telah menjadi kata yang terlanjur mengakar dan masuk ke dalam kurikulum pelajaran.

      Anyway, kalo memang gravitasi ada, bisakah anda jelaskan kepada kami bagai mana cara kerja gravitasi yang bisa menarik berbagai macam benda dengan berbagai unsur (daging, besi, kayu, dll), namun mengapa gravitasi tidak mampu menarik balon gas (helium)?? Newton sekali pun belum mampu menjawabnya:-(

      -Salam-

      1. Setiap yang bermassa mempunyai gaya gravitasi, saya pikir anda juga tau hal ini. Jangan tanyakan soal cara kerjanya karna saya bukan ahlinya.

        Balon helium? Di google sudah banyak jawabannya.

        Berat karna ada unsur? Hahahah. Saya menanyakan bagaimana kita bisa merasakan berat benda? Apa yang menyebabkan benda berat tertarik ke bawah, dalam kata lain menuju bumi?
        Karna gravitasi bumi kan?

        1. Kami rasa penjelasan di artikel udah jelas, Kita bisa merasakan berat karena ada berat jenis dari unsur benda yang kita pegang. Dimana unsur dari benda tersebut lebih berat di bandingkan dengan berat jenis medium kita, yakni Udara. Bicara soal masa / berat benda, Archimedes tidak berpendapat ada unsur Gravitasi didalamnya. Archimedes membuat teori ini jauh sebelum Gravitasi di claim oleh Newton.

          Menurut Michio Kaku, benda jatuh bukan karena tertarik kebawah, namun karena terdorong sesuatu. Silahkan di tonton pernyataanya di akhir video ini.

          Dan menurut kami yang menyebabkan benda terdorong adalah “berat jenis dari unsur suatu benda”

          1. luar biasa kak admin penjelasannya, pertanyaan penanya bisa di patahkan ! untuk penanya , coba kita sama2 berpikir mana yg lebih masuk akal nya, HUKUM kekelan energi kata mereka energi tidak dapat di musnahkan , tp bisa berubah bentuk, sama hal nya dengan gaya tarik, berarti ada gaya tolak nya, nah kalau bumi punya gaya tarik, lantas dimana gaya tolak nya ?? 🙂 GRAVITASI ADALAH HOAX, BERAT JENIS DAN ELEKTROMAGNETIK yg lebih masuk di akal 🙂 salam

        2. Menurut Prof.Dr. Michio Kaku, benda bergerak bukan karena di tarik tapi karena di dorong. Terus bisa anda jelaskan Apa yang mendorong benda itu ke bumi?

      2. La terus yg buat benda jatuh ke bumi itu apa?? Saya bukan ahli fisika, tp saya punya pendapat.. gabus memang lbih ringan masa jenisnya dari besi.. tp menurut saya bukan itu pokok pnjelasannya. Gaya Archimedes air lbih besar dari masa jenis gabus.. pun besi.. masa jenis besi lbih ringan dari gaya Archimedes air.. lah kalo cuma besi lbih berat dri gabus.. gaada kapal feri.. burung bisa terbang pun karena ada nya usaha..
        Terus, knapa kok kalo kita mendaki gunung, akan lbih terasa berat dari pada kita berjalan d jalan yg datar?
        Tolong penjelasan dari admin langsung.. jgn d alihkan ke website atau link lain.. trimakasih

        1. Pada artikel telah Admin jabarkan bahwa yang membuat benda jatuh adalah berat jenis benda yang lebih ringan dari berat jenis mediumnya, yakni udara. Pada saat kita mendaki gunung kita melakukan gaya ke atas/ gaya angkat. Gaya angkat itu berarti gaya melawan berat tubuh kita lebih besar dari berat mdium kita, yakni udara.

          -Salam-

    2. balon udara, lampion kecenderungan bulat. Sebenarnya bukan berat jenis, tapi tekanan per inchi persegi helium krn dipanaskan.
      Lalu kapas berat jenis lbh ringan dari pada burung gmn?
      1 lg, unsur O2 lebih banyak dari helium, dan O2 jg ada dlm tanah. Pdhal berat jenis tanah/bumi lebih berat dr O2

      1. Medium dari berat jenis kita adalah “Udara”, Helium yang ada pada balon udara membuat balon tersebut memiliki berat yang lebih ringan dari udara.

        Berat jenis kapas lebih berat dari berat Mediumnya (Udara), begitu pula dengan burung. Namun burung bisa terbang karena melakukan gaya tolak terhadap udara dari sayapnya, dan sayap pada burung memperlambat gaya jatuh pada saat di rentangkan di udara.

        Untuk pertanyaan terakhir Admin kurang paham maksud agan .

        -Salam-

      2. tanaman punya kelebihan untuk mengikat
        kandungan udara yg ada di atas tanah.
        coba lakukan penelitian ditanah yang dari awal penciptaan bumi belum pernah ada tanaman tumbuh diatasnya maupun didalamnya 🙂
        apakah ada kandungan O2 ditanahnya?

      3. Utk pertanyaan terakhir sy ijin bantu jawab ya admin, adanya O2 didalam tanah karena tanah memiliki rongga2 yg memungkinkan O2 masuk di dalamnya

    3. kenapa ada berat dari suatu benda?
      *jawabannya
      kepadatan suatu benda bro (pelajari fisika lebih dalam mengenai bentuk benda )
      alias bentuk dari benda itu sendiri.
      Satu kilo kapas dengan satu kilo besi mana yg lebih berat?
      andai ada satu bejana yg mampu mengumpulkan massa udara seberat satu kilo,
      sebut saja karet .
      karet tersebut mengumpulkan udara dalam satu wadah tsb dan terikat seberat 1 kilo maka benda tersebut tidak akan terbang atau melayang sekalipun, sedangkan apabila ikat itu dibuka , maka udara itu akan terlepas ke udara.
      sama halnya dengan kapas, coba kumpulin dan padatkan seberat 1 kilo maka kapas 1 kilo tsb tidak akan terbang (hanya partikel kecilnya yg melayang dikarenakan massa jenis).

      satu hal lagi berat itu satuan ukur yg memudahkan kita menyebutkan *berat dari suatu benda sehingga kita mudah mengukur benda tersebut serta memudahkan dalam hal kehidupan dari sisi pembangunan ,kehidupan dan lain

    4. Gini jika lu gk open mind maka setiap jawaban dan kebenaran hanya sia” saja untuk disampaikan .Mungkin lu sendiri gk tau prinsip gravitasi karena itu gk pernah diajarkan disekolah.Nah sekarang gw tanya kenapa telur busuk kalo masuk keair gk ketarik gravitasi.Kenapa air dalam sedotan gk jatuh kebawah jika lubang Bagian atas ditutup alias gk ketarik gravitasi,kenapa awan gk ketarik gravitasi.Berat hanya angka semata suatu benda dapat jatuh ke bumi (kebawah)jika lebih berat dari mediumnya atau tidak memilki tekanan.

    5. Tambahan.to the poin your question kenapa benda memilki berat yaitu unsur atom yg membentuk benda.Kenpa kita merasakan berat yaitu unsur atom yg menyusun tubuh manusia lebih berat dari medium kehidupan manusia di permukaan(gk berlaku didalam air,lu bisa ngambang didlm air jika lu gk membuat tekanan).

  2. naah, kalo begitu kenapa berat suatu benda bisa berkurang?
    jika nilai konstanta gravitasi itu slalu 9.8 terhadap suatu benda, bukankah seharusnya berat benda sama juga. ya.. mengikuti gaya gravitasinya.

    bukankah yang membuat berat benda berkurang itu karna memang unsur dan elemen disuatu benda itu berkurang, ya.. sperti balon udara, itu balon kan gak selamanya terbang, kalo heliumnya abis juga turun dia. Sama halnya dengan magnet, bandingkan saja berat besi dimagnet dengan berat besi tanpa magnet (bumi) 1 atau 2 tahun kemudian, pasti beratnya beda, memang sih gue belum pernah coba, tapi menurut gue berat besi dimagnet akan selalu sama. Kalaupun beda mungkin gak jauh.

    nambahin dikit gue, hehe..

  3. para ilmuan aja ga paham ama gravitasi 😀
    liat sejarah nya aja, udah di jelaskan kalo gravitasi itu di sebabkan oleh kelengkungan ruang dan waktu..
    tapi teorinya tetep aja itu adalah imajinasi ensten..

  4. Yang ga habis pikir dengan para glober itu adalah kebebalan otaknya dalam mengakui adanya kesalahan dari teori yang diyakini, para flatter juga harus mulai menggiring arah debat, karena setiap selesai kita menunjukkan kesalahan teori GE, para Glober pasti nanya2 lainnya, meding kita arahin aja fokusnya sampai Globber mengakui ada yang salah, kalo tetep ngotot tinggalin..

    Percuma kita panjang lebar jelasin secara fakta kebenaran, kalo mereka tetep ga mau terima 1 dulu fakta yg terjadi,
    kalo kata bossdarling “jika tidak rusak kenapa diperbaiki”

  5. Padahal disekolah hitung2an grafitasi itu termasuk sulit tp selesai sekolah ane bingung mau diapakan itu rumus dlm kehidupan sehari2 ,, setau ane 98% tdk digunakan lantas ada yg menyatakan hoax??? Itu lebih baik lagi wong tidak berguna…

  6. Sudah2 jngn berdebat, kalian cukup buktikan melalui perhitungan & eksperimen. Jngan buat teori baru, toh.. teori yg lama pun harus kita kaji 🙂

  7. tetapi ketika air dan udara berada di pesawat luar angkasa , astronot melayang-layang, air pun juga melayang-layang, kenapa tidak jatuh?

      1. min coba lihat baik2 bandingin dengan video nya NASA
        1. benda di sekitarnya bergerak melayang gak beraturan kesana kemari dengan cepat.
        sedangkan pada video NASA benda2 cendrung melayang lebih tenang .
        2. lihat aksi mereka knp begitu tegang dan slallu buru2 memegang dr sandaran satu ke yg lain ???
        sedangkan di video nasa mereka mengambang dengan tenangnya dan itu jg berjalan berjam2.

        jelas sekali mereka melakukan nya di 2 tempat berbedakan.
        itupun kalau mimin nya mau fear dalam menilai videonya .

        1. Video yang kami tampilkan adalah salah satu trik ilusi luar angkasa dengan Zero G Plane.

          Ilusi yang lain di buat di dalam kolam renang dengan mengenakan pakaian astronot, ada juga yang hanya menggunakan tali yang di kombinasikan dengan animasi CGI (liat behind the scene film-film Hollywood seperti “Gravity”). Ke dua trik ini bisa menampilkan kondisi tenang yang agan maksudkan.

          Silahkan Agan telaah detailnya di link yang telah kami berikan di atas.

          -Salam-

      2. Mau tanya. Itu di video itu ada udara kan? Knpa orang ga jatuh? Trus knpa ada anti grvitasi? Padahal katanya grvtasi ga ada

        Kalo tntang balon atau benda apapun yg melayang di udara. Biasanya orng fisika melihat gaya2 yg mempngaruhi bnda trsbut. Misalnya gaya grvtasi, gaya gesek udara, gaya apung, gaya angkat dll. Kalo saya tinjau gaya pada balon, pada kasus trsbut gaya yg brpengaruh adalah gaya grvitasi, gaya apung, dan gaya gesek udara. Tapi gaya gesek udara relatif kecil. Dan kita bisa abaikan. Jika balon mengapung di udara adalah kasus gaya apung lebih besar dari gaya grvtasi

      3. Mnurut saya. Kita akan percaya kata2 orng tentang sseorang yg kita benci. Sama sperti kasus FE di indonesia. Seseorng trpengaruh kta2 FE, karena FE menjelek2an NASA yg dipunyai amerika.

        1. Sama sekali bukan itu yang menjadi latar belakang orang mempercayai FE. Tidak ada kebencian FE kepada negara tertentu, termasuk Amerika. Orang-orang FE menyadari adanya kebohongan, yang di dasari tanda-tanda alam, sejarah, dan apa yang diterangkan oleh kitab suci.

          FE tidak menjelekan NASA, namun melihat ada kebohongan dan mengungkap hal yang benar dengan dasar yang telah kami sebutkan. Sampai akhir nya di dapati suatu kesimpulan bahwa ada sekelompok orang yang ingin berperan sebagai tuhan dan memusuhi umat beragama. Dan NASA menjadi salah satu benang merah yang terkait dengan itu.

          -Salam-

    1. Rumus berat jenis pertama kali di temukan oleh Archimedes dan ia hidup lebih dulu (287 SM) dan di jaman yang berbeda di bandingkan Newton. Rumus archimedes yang asli jelas tidak ada unsur gravitasinya, karena Newton saja baru lahir pada 4 Januari 1643, dan mengklaim menemukan gravitasi di tahun 1665.

      Elite Global sengaja memasukan unsur gravitasi pada rumus berat jenis era sains modern hingga saat ini, untuk menguatkan dogma bumi bulat yang di topang oleh teori gravitasi.

      1. EKSPERIMEN BERAT JENIS SEBAGAI GAYA TUNGGAL YG MENYEBABKAN BENDA JATUH
        Coba lakukan eksperimen ini

        Menurut FE benda jatuh bukan karena gaya gravtasi bumi. Tapi karena berat jenis benda tersebut. Berat jenis benda lebih besar dari pada berat jenis udara. Melalui eksperimen ini mencoba membuktikan FE.
        Jika ada suatu ruangan tanpa udara seharusnya benda melyng. Ruang trsebut disebut ruang vakum. Ruang dimna tidak ada udara.
        Coba buat gampang ko. dan coba buktikan jika di ruang vakum trsebut benda melayang atau jatuh. Secara teori yg FE. Benda harusnya melayang, karna tidak ada udara disitu. Sbaliknya jika bnda di dalam vakum itu jatuh maka ada gaya lain selain gaya apung yaitu yg disebut olh Newton gaya gravitasi bumi.
        Ilmuan sains, setelah dia menemukan teori, lalu dia membuktikannya dngan eksperimn. Jika eksperimen sejalan dengan teori, maka teori tersebut akan menjadi hukum atau suatu ilmu baru. Tapi jika eksprimn tidak mendukung teori, maka teori trsebut kmungkinan besar adlh salah.

        Admin dan kwn2nya mudh2an memiliki perilaku sainstis. Saya tunggu hasilnya

  8. Min Min….
    Ketahuilah fasilitas internet yg anda pakai itu dari satelit di luar angkasa.
    bagaimana mungkin anda bilang gravitasi itu HOAX.

    Admin : belajar lagi gan disini http://www.melinweb.com/komunikasi-jarak-jauh-dan-internet-tak-perlu-satellite/

    cobah jelaskan bagaimana membedakan bumi dan luar angkasa ?

    Admin : Luar Angkasa Hoax Gan!

    kenapa bulan tidak jatuh ke bumi ?

    Admin : Elegtromagnetik

    kenapa udara tidak terbang keluar bumi ?

    Admin : Tidak ada luar angkasa!

    1. Teori benda jatuh itu sudah kuno bro.
      Jaman dl org gak tahu kalau ternyata bumi itu bulat,jd tak ada yg membedakan mana atas dan bawah.
      Kita dan benda lain tak pernah jatuh ataupun melayang.
      Semua karna efek gravitasi.

  9. Min, ane sarananin ente kuliah, ambil jurusan geologi atau sejenisnya gitu. Pelajari bumi berdasarkan ilmunnya bukan sekedar menarik kesimpulan dari video video youtube. Ilmu ilmu itu terlalu besar buat sebuah kebohongan. Soal Michio Kaku, apa benar dia punya teori kaya gitu? bukan hoax? dia seorang ahli fisika loh, ahli gravitasi malah

    1. Terimakasih atas sarannya dan kami anggap itu doa. In Syaallah terus di beri rezeki untuk mendalami ilmu bumi. Btw yang admin lakukan bukan sekedar menarik kesimpulan dari video youtube. Video itu cuma alat pendukungnya saja. Sebelum posting ini ada, berbagai penelusuran telah kami lakukan dan begitulah hasilnya.

      Ilmu itu bisa datang dari mana saja, tidak harus melulu di tempuh lewat jalur pendidikan formal. Terlebih lagi kurikulum pendidikan dunia sudah diatur untuk di kerdilkan oleh Elite Global lewat UNESCO. Soal Michio kaku agan bisa liat sendiri pernyataanya kan! http://www.melinweb.com/gravitasi-hoax-berat-jenis-fakta/#comment-2242. Syukuri akal pemberian Tuhan dan simpulkanlah sendiri!

      Pada dasarnya memang sulit menerima tulisan yang telah kami suguhkan. Namun kalo agan menyadari banyak kebohongan yang terjadi di dunia ini, agan mengerti latar belakang dan paham siapa pelakunya dengan menelaah sejarah dan tanda-tanda yang di berikan oleh kitab suci, maka kami yakin, akal agan akan lebih berfungsi, agan lebih jadi manusia dan pastinya dapat pencerahan.

      Hmm, keliatannya agan nih yang mesti banyak belajar atau kuliah lagi! Ha ha …

      -Salam-

    2. Kalau kamu nanti bersekolah di perguruan tinggi, kamu akan di ajari bahwa gravitasi itu adalah ilusi.

      Tapi jadi pertnyaannya. Kenapa hanya di perguruan tinggi,tidak di ajarkan di Sd,smp dan Sma

  10. Teori, hukum dan rumus2 gravitasi sudah membantu menyelesaikan banyak masalah design pesawat, teknologi roket, perhitungan gerhana, satelit dll yang manfaatnya sudah jelas.
    Kita tunggu ilmu yang bermanfaat dari teori berat jenis.

  11. sebenarnya gravitasi itu bukan gaya tarik tetapi gaya tekan.
    mekanisme begini, gunung² membuat bumi yg berotasi dan berevolusi dgn kecepatan ratusan km/jam menghasilkan gaya tekan yg membuat ‘apel’ jatuh.
    seandainya bumi ini bulat spt bola pingpong dan bergerak dgn kecepatan begitu, bisa dipastikan kita akan terpental, persis ketika kita naik kereta api, di dalam yg berdinding akan terasa lebih nyaman daripada diatap yg tdk berdinding.
    gunung² di bumi ibarat dinding.

  12. Om. Kalau bener artikel ini mengenai teori archimedes sepenuhnya. Bisa kah o’om jelas kan kecepatan akhir suatu benda jatuh bebas tanpa gravitasi? Teori achimedes sendiri telah mengemukakan fa = rho x gravitasi x volume. Secara langsung dapat di katakan bahwa gaya/berat suatu benda dipengaruhi oleh massa dan gravitasi bukan perbandingan antra rho udara dengan rho benda. Balas ya om.

    1. Kembali Admin jelaskan, bahwa Gravitasi adalah pondasi utama untuk merasionalkan dogma GE. Perlu di ingat bahwa Archimedes (287 SM- 212 SM) menemukan hukum berat jenis dan rumusnya 2000 tahun sebelum terori Gravitasi Newton (1665) muncul. Rumus Archimedes yang asli tidak mengandung variabel “g” (Gravitasi).

      Singkat kata, Archimedes menemukan suatu prinsip dimana suatu benda bisa mengapung pada suatu medium, selama benda itu lebih ringan dari pada berat mediumnya, dan benda akan tenggelam bila massa jenisnya lebih berat dari pada mediumnya. Rumus itu, di modifikasi setelah ada klaim Gravitasi dari Newton.

      Secara matematika Rumus yang baru tidak lah salah, namun hal itu bukan menandakan bahwa Gravitasi itu ada. Perlu di ketahui, bahwa Darwin, Newton dan Einstein adalah bagian dari skenario para Elite untuk menguatkan Dogma bumi bola.

      -Salam-

  13. Massa Bumi (M⊕) adalah 1 M⊕ = 5,9742 × 10(pangkat24) kg.artinya sangat berat!!kata om nasa gravitasi matahari menarik bumi sehingga tetap pada orbitnya,bayangkan kekuatan gravitasi matahari sanggup menarik bumi seberat itu,tp gw yg beratnya cuma 70kg gk ke sedot ke matahari????yang lebih menggelikan lagi,gravitasi bulan menarik air laut d bumi yg beratnya triliunan ton,tp gravitasi bumi gk sanggup menggeser sebutir debu pun dr permukaan bulan,ilang kmn gravitasi bumi yg kata om nasa besarannya 6X gravitasi bulan,tp anehnya bulannya ketarik oleh gravitasi bumi sehingga tetap berevolusi,berat mana massa bulan dibandingin massa butiran debu di bulan?????gunakan akal sehat,gk perlu rumus2 rumit!!!ini sm z sperti duit gw di gravitasi sm elit global tp duit elit global gk bisa gw gravitasi wkwkwk,

    1. Koq kezel ya.. Jadi ngitungnya: gaya interaksi orang-bumi = G.mo.mb/R^2
      sedangkan orang-matahari=
      G.mo.mM/R_m^2

      terlihat bahwa jarak orang matahari akan sangat besar. Jari gedean mana gaya antara orang-bumi atau orang-matahari? kita bukannya gk ketarik matahari. Cuma kita lebih banyak ketarik bumi.

  14. Sebelumnya maaf om saya merepotkan om. Jika kita hanya mengandalkan teori massa jenis. Maka seharusnya benda yang memiliki massa jenis yang berbeda akan memiliki kecepatan akhir yang berbeda. Ya menurut logika sih gitu om. Tapi setelah di tes oleh galileo galilei(gg), ternyata pernyataan itu salah. Karena massa tak mempengaruhi v akhir suatu benda di bumi. Saya juga sudah mencobanya pada botol bermerek aqu*a. Yang satu kosong dan yang satunya lagi berisi batu. Dan pasti massa jenis kedua botol tersebut berbeda (rho = m/v). Tetapi waktu tempuh serta kecepatan akhirnya sama sama om. Harusnya menurut mekanisme fluida botol kosong : f ke atas botol kosong = rho udara x g x v botol kosong (isinya udara om) anggap f ke atas botol kosong = A. f ke atas botol berisi = rho udara x g x volume botol berisi. Anggap f k eatas botol berisi = B. Dari pernyataan tersebut bisa di simpulkan B lebih besar dari A karena walau pun sama sama aqu*a 600 ml tapi isi nya berbeda. Jika demikian makas sigma f botol kosong = w – A. Dan sigma f botol berisi = w – B. Nah jika demikian maka kedua gaya tersebut pasti berbeda dan percepatan keduanya pasti berdeda dan harusnya v akhir kedua benda pasti berbeda juga. Tapi kenapa tidak????? Berarti pakai v akar 2gh aja om. Om kalau om tahu bagaimana mekanisme yang betul balas ya om.

    -Salam- (ikut ikut boleh kan om)

    1. Om pernyataan tentang rho botol kosong berbeda dengan rho botol berisi abaikan ya om. Karena rho nya itu sama tapi volume yang berbeda. Fokus ke volume ya om karena di mekanisme kita fokus ke volume.

      1. Halo gan, secara rumus dan hitungan kinematika fisika apa yang agan utarakan memang benar. Saya tambahkan satu note, bahwa semua rumus kinematika fisika itu tidak mempertimbangkan hambatan udara dan jadi tidak berlaku pula terhadap kasus balon helium. Karena kalo kasusnya seperti gambar ini, ceritanya akan jadi lain :

        Pada gambar terlihat ada dua benda, batu dan kertas yang di rentangkan. Dalam kasus ini jelas batu akan jauh duluan. Mengapa ? Jawabannya bukan karena Masa Benda batu lebih besar, namun kertas itu terhambat oleh udara. Dan jika kertas di gumpalkan seperti ini !

        Maka memang akan jatuh pada waktu yang bersamaan. Percobaan seperti itu pun juga pernah dilakukan di ruang hampa udara, dan hasilnya tetap jatuh bersamaan. Jadi tidak ada yang salah dengan semua hitungan kinematika itu selama variable hambatan udara di tiadakan.

        Pada dasarnya semua benda jatuh memang akan memiliki kecepatan sesuai apa yang di hitung oleh para ilmuan yakni 9,8 m/s2 atau sering dibulatkan menjadi 10 m/s2. Angka itu disebut-sebut sebagai percepatan Gravitasi, namun kalo admin lebih senang menyebutnya sebagai konstanta percepatan benda jatuh di udara. Mengapa demikian? Karena angka itu tidak menjelaskan ada nya gravitasi dan tidak menjelaskan bagaimana mekanisme gravitasi bisa menarik bermacam-macam elemen benda (kayu,besi,air,daging dll) yang ber masa hingga lekat dengan tanah, namun tidak mampu menarik balon helium. Seperti yang telah Admin jelaskan pada artikel, Newton sendiri ga bisa jelasin mekanisme gravitasi!

        Yah kalo mau belajar kinematika fisika sama Admin sih hayu aja, yuk itung itungan!
        Untuk lebih menjelaskan kita tetep pake istilah Gravitasi aja ya biar mudah, anggap aja gravitasi cuma sebuah kata pengganti kecepatan jatuh benda.

        Dalam rumus fisika, bedakan antara Gaya Gravitasi dengan Percepatan Gravitasi! Gaya gravitasi biasanya di simblokan dengan W (Weight), sementara percepatan gravitasi di simbolkan dengan g Rumusnya :

        W = m.g
        Gaya Gravitasi (Berat) = massa x percepatan gravitasi

        Berdasarkan rumus diatas dapat dihitung bahwa meski percepatan benda jatuh (yang katanya gravitasi) sama, tapi berat benda (Gaya Gravitasi) akan menjadi berbeda jika massa / volume benda nya berbeda.

        Contoh :
        Gaya Gravitasi Benda A (massa = 3kg):
        W = m . g = 3 x 10 = 30N

        Gaya Gravitasi Benda B (massa = 7kg):
        W = m . g = 7 x 10 = 70N

        Jadi berbedakan !

        Kesimpulan nya :
        1. Dua benda dengan massa yang berbeda akan jatuh secara bersamaan di karenakan hukum percepatan benda jatuh (istilahnya gravitasi) yang sama, 9,8m/s2, dengan catatan kita mengabaikan tekanan udara.
        2. Dua benda dengan massa yang berbeda, memiliki gaya gravitasi (berat) yang berbeda juga.
        3. Semua hitungan kinematika fisika tersebut tidak menandakan kalau gravitasi itu ada, karena tidak menjelaskan mekanisme gravitasi yang bisa menarik bermacam elemen benda bermasa namun tak mampu menarik balon helium. Btw konstanta 9,8 m/s2 sejatinya bukan konsanta gravitasi, melainkan konstanta benda jatuh tanpa hambatan udara.

        Terakhir, menurut beberapa ilmuan, benda jatuh bukan karena gaya tarik, namun karena gaya dorong, cek videonya disini

        http://www.melinweb.com/gravitasi-hoax-berat-jenis-fakta/#comment-2242

        -Salam-

          1. Coba bayangkan, Sebuah balon yg berisi gas helium dg volume tertentu diikat dg benang yg anda pegang. bayangkan anda mengetahui berat total balon tersebut, Amati… Gaya2 apa saja Yang bekerja pada balon tersebut, kemudian lepas peganganan benang balon tersebut… Dan Amati apa Yang terjadi Dan Gaya apa saja Yang bekerja pada balon tersebut..

        1. Berat bukan kecepatan benda jatuh lho

          w=m.g

          Ini rumus dengan satuan masing-masing
          m=kg
          g=m/dtk2 (2 disini kuadrat, kolom komen ga ramah rumus..)
          w=newton atau kg.m/s2 (2 disini kuadrat)

          kalo kecepatan harusnya cuma dapat cm/dtk.

  15. Teori gravitasi adlah teori (T.E.O.R.I) alias suatu pendapat berdasarkan ilmu pada zamannya.maka teori gravitasi bukanlah final alis fakta ilmu pengetahuan.pembaharuan tentang pemahaman teori akan terus berlanjut sehingga teori lama akan tidak sejalan lagi kedepannya.Sampai hingga final.Nah seharusnya setelah lebih ratusan tahun teori Newton ini ada pembaruan tapi anehnya teori ini udah dianggap fakta.

      1. Teori Relativitas Einstein juga ga bisa di buktikan gan karena di cetuskan berdasarkan pendekatan “Thought Experiment”. Sudah di jelaskan di Artikel di atas.

    1. Itu bukan kesimpulan. Kami coba menjelaskan bahwa magnet yang memiliki gaya tarik, bisa di jelaskan cara kerjanya, yakni hanya bisa menarik benda-benda dengan elemen besi, nikel, cobalt. Sementara teori gravitasi tidak menjelaskan bagaimana mekanisme kerjanya yang bisa menarik semua benda dengan berbagai elemen namun tidak bisa menarik balon helium.

      -Salam-

      1. Memangya bagaimana cara kerja magnet? Itu kaidahnya aja bisa narik dan nolak.. Kalau secara microskopis? Nah kalau mau fair ya mikir cara kerja gravitasi juga gitu.

  16. Jika memang massa jenis yang jadi tolak ukur harusnya di semua wilayah di bumi ini suatu massa yang sama akan memiliki berat yang sama di manapun berada… Tetapi mengapa massa jenis yang sama ada perbedaan berat di daerah kutub yang sedikit lebih berat kurang dari 1% daripada di ekuator. Misal 1kg di kutub itu 9,83 N dan di katulistiwa lebih ringan 9,78 N.

    1. Sejatinya masa suatu benda itu tidak pernah berubah. Ada pun masa jenis rumus aslinya tidak ada unsur percepatan gravitasi (g), dan masa jenis benda di ukur dengan satuan Kilogram, atau Gram :

      ρ = m / v

      Keterangan :

      ρ = Massa jenis (kg/m3) atau (g/cm3)
      m = massa (kg atau gram)
      v = volume (m3 atau cm3)

      Berat yang agan maksud itu adalah Gaya Gravitasi (Berat) dengan satuan Newton (N)

      Dalam rumus fisika, bedakan antara Gaya Gravitasi dengan Percepatan Gravitasi! Gaya gravitasi biasanya di simblokan dengan W (Weight), sementara percepatan gravitasi di simbolkan dengan g Rumusnya :

      W = m.g
      Gaya Gravitasi (Berat) = massa x percepatan gravitasi

      Perlu di ingat bahwa asumsi konstanta gravitasi universal ataupun yang di kutub (9.8 m/s2) tidak berlaku untuk balon gas, awan dan semua benda lain yang masa jenisnya lebih ringan dari udara.

      -Salam-

  17. Diskusi yg seru… Cuman disini sy ingin memberikan pendapat yg sedikit berbeda. Secara teori Archimedes yg mengatakan bahwa setiap benda memiliki berat jenisnya masing2. Pendapat itu benar, akan tetapi itu hanya berlaku di BUMI!!! Hukum ini TDK berlaku di luar angkasa, ambil contoh di planet Jupiter, coba bawa timbangan pasti berat kita semua zero yg artinya bahwa berat jenis bisa bekerja bila ada UDARA.
    Klw kita berada di planet Merkurius tingkat kepadatan atmosfer nya 3xbumi, yg artinya klw berat normal kita di bumi 60kg, bisa jadi di Merkurius berat kita menjadi 180kg.
    Jadi menurut pendapat sy yg menyebabkan semua benda terlihat tertarik adalah UDARA

    1. Monggo berpendapat, pendapat tidak bisa di buktikan pun silahkan, yang penting tidak merendahkan satu sama lain. Btw menurut FE luar angkasa, planet-planet hoax loh gan. Yuk belajar lagi 🙂

  18. karena plat besi ditimbang berdiri dan timur sama berat. Itu berarti gravitasi tidak ada. Jika gravitasi ada, plat besi ditimbang timur lebih berat, karena penampang yang tersedot gravitasi lebih luas

    1. tau integral? Saat jarak pusat bumi ke plat besi sangat jauh dibandingkan panjang plat besi. Dan tiap partikel di plat besi ditarik inti bumi, maka integral gaya tarik masing-masing partikel dm totalnya SAMA.

  19. Maaf min, mungki saya terlalu telat buat nanya disini, tapi semoga admin berkenan menjawab pertanyaan saya.
    Menurut admin kenapa filamen yang ada di lampu bohlam yang sudah rusak/putus kalo kita lihat jatuh kebawah padahal kita tahu kalau di dalam lampu bohlam itu hampa alias tidak ada udara , bagaimana menurut admin?

    1. Hampa udara adalah kondisi dimana sebuah ruang bervolume kosong (0) dari materi. Hal ini menyebabkan kondisi tekanan udara dalam ruang tersebut menjadi sangat rendah, Untuk itu, hampa udara sempurna terjadi jika tekanan udara yang ada sama dengan nol. Namun ini hanya sebuah konsep filosofis yang belum pernah diamati dalam praktiknya.

      Maka dari itu perlu di ketahui, bahwa di dalam lampu pijar dengan filamen, sebenarnya tidaklah benar-benar hampa udara. Lampu bohlam di isi gas bertekanan rendah (argon, neon, xenon, kripton, halogen, nitrogen dll) sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Lampu_pijar.

      Kesimpulannya filamen yang putus jatuh ke dasar bohlam bukan karena gravitasi, tetapi karena berat jenis filamen yang lebih tinggi di bandingkan medianya (udara/gas bertekanan rendah)

      -Salam-

  20. Min, jujur kok ya gw kurang kerjaan bukak ginian *hadeeh tapi gini deh exsperiment yg gampang dilakukan coba jatuhkan 2 buah benda yg beratnya berbeda disini gw pake hp & buku pelajaran gw yg beratnya mungkin sekitar 1kilo lebih dijatuhkan bersamaan dgn hp gw diatas ketinggian yg sama bisa nggak lo jelaskan menurut hk. berat jenis kenapa dua benda yg saya sebutkan diatas jatuhnya bisa bersamaan, kalau menurut gravitasi karena pecepatan gravitasi dua benda tsb sama sekitar 9.8m/s² bahkan udah ada percobaannya ketika diruang hampa udara bola besi dijatuhkan bersamaan dgn sehelai bulu bisa jatuh disaat yg bersamaan.. nanti deh kalau gw ada kesempatan buat keliling dunia gw potoin antartika deh biar lo ngeliat sendiri dinding bumi itu gimana, kan ya percuma pasti lo bilangnya bumi ini datar trus dikelilingi kutub es antartika

  21. Dari artikel diatas dan diskusi dinamis dalam komentarnya, sampai hari ini saya masih percaya konsep bumi bulat dan gravitasi. Waktulah yang akan menjawab melalui penemuan, eksperimen, dan observasi langsung oleh para ilmuwan.

  22. Berarti semakin besar berat jenis bendanya, akan semakin cepat juga ya jatuh ke tanahnya? Misal bola boling dan bulu, jika dijatuhkan dari tinggi yang sama maka bola boling akan sampai di tanah duluan, gitu kan logikanya?

    Tapi kenapa, dalam percobaan ruang hampa udara, yang ga ada udara sehingga berat jenis udara bisa dikatakan = 0, bola boling dan bulu bisa jatuh bersamaan? Padahal keduanya memiliki berat jenis yang berbeda? Seharusnya kan di lingkungan apa pun, jika memang berat jenis benda terhadap lingkungannya membuat benda itu jatuh ke bawah, semakin besar berat jenisnya semakin cepat dia sampai ke tanah ‘kan?

  23. Saya pun msh percaya dgn konsep bumi bulat, cuman sy setuju dgn adm bahwa gravitasi itu TDK ada, berat jenis ada karena adanya media (udara dan air), bila mana udara dan air TDK ada apa dasar untuk menentukan berat jenis suatu benda…menurut saya kita semua ini sedang “tenggelam” di udara karena kita mempunyai berat jenis, coba simak video berikut ini semoga bisa memberikan pencerahan… https://m.youtube.com/watch?v=E43-CfukEgs

  24. Kalau benda yg jatuh di ruang hampa gimana Gan? Kan tidak ada media itu. Sementara agan menjelaskan mengenai prinsip perbedaan masa jenis ini dengan membandingkannya pada media air dan media udara. Jadi apa yang membuat benda tetap menuju ke bawah bukan diam di atas jika tidak ada media berupa air maupun udara?
    Coba Agan ingat2 dan pelajari lagi tentang eksperimen benda jatuh di ruang hampa.
    Thank’s.

    1. Hampa udara adalah suatu kondisi volume ruang yang kosong dari materi. Jika manusia membuat ruang hampa udara, kebanyakan hanya membuat tekanan udara lebih rendah dari atmosfir bumi dan bukan berarti mencapai hampa udara sempurna (tekanan udara = nol), oleh karenanya benda tetap jatuh pada experiment yang dilakukan manusia.

      Sejauh ini Hampa udara sempurna masih sebuah konsep filosofis yang belum pernah diamati dalam praktiknya.

      -Salam-

  25. Permisi gan sebelumnya . Saya sedang belajar teori flat earth . Cuma ada 2 aja gan yg ingin saya tanya tanyakan (klo berkenan . Lebih utama pertanyaan yg pertama sih hehe)
    1. Benda jatuh di teori michiku itu .karena ada gaya dorong dari atas ke bawah ya? Gaya dorong dari atas itu teori atau penyebabnya bgmn ya? … karena di video flat earth lain saya lihat ada teori bahwa planet kita lah yang terus menerus bergerak keatas sehingga tiap benda jadi jatuh. kurang lebih bgitu
    2. Konsep alam semestanya beda ya? Berarti bumi ini dasar dari seluruh alam semesta ?atau universe itu dinilai tidak ada oleh flat earth ? Trimakasih

    Mohon dijawab ya minn smoga bermanfaat

    1. 1. Disitu Michio kaku cuma ga pengen mengakui aja, kalo benda jatuh karena berat jenis benda yang lebih berat dari mediumnya yaitu udara, karena dia juga bagian dari ilmuan yang di bayar elite global. Namun disisi lain dia juga seolah tidak setuju dengan gravitasi, oleh karenanya di bilang benda jatuh karena ada sesuatu yang mendorong.

      2. Yes bumi adalah pusat alam semesta. Semua pergerakan benda langit dipengaruhi oleh elektromagnetik yang berasal dari bumi.

      -Salam-

  26. Admin tolong bantu jawab, Kalo dibumi datar yg menggantikan g 9,8m/s itu apa ya, kan gaada gravitasi, soalnya saya baca Di Komen ada yg bilang ditempat yg hampa udara benda tetap jatuh kebawah yg mendorong benda itu jatuh apa ya? Kalo bumi bulat pasti gravitasi bumi kan. Terimakasih admin

    1. By far kalo kami menyebut 9.8 m/s sebagai konstanta benda jatuh aja. Dan itu tidak menjelaskan cara kerja graviasi yang bisa menarik semua benda.

      Soal apa yang mendorong, sejauh ini belum ada ilmuan yang bisa menjelaskan itu, karena semua sudah terkotak bahwa benda itu ditarik gravitasi bukan terdorong. Teori itu dikemukakan Michio kaku yang sebenarnya ilmuan bayaran elite global juga. Dia ga mau mengakui berat jenis, tapi juga ga mau mengakui gravitasi. Oleh karenanya dia buat teori baru, ada sesuatu yang mendorong benda jatuh.

      Menurut FE masih lebih logis benda jatuh karena berat jenis benda itu yang lebih dari berat jenis mediumnya (udara)

      -Salam-

  27. Yahhh sayang bgt padahal bagus teorinya, tapi tetep ga bisa jelasin kenapa harus kebawah ngarah jatuhnya kenapa ga keatas? :'((

    1. udah darisananya kali wkwk, bumi datar sebagai alas dan kubah langit diatas untuk atap jatuh ya kebawah soalnya jelas mana atas mana bawah kalo bumi bola kan gajelas arahnya diluar angkasa gaada arah atas atau bawah

  28. pernyataan :
    pipa (di PERMUKAAN TANAH) sepanjang DIAMETER BUMI di isi air dari tengah tengah pipa

    ask untuk GE :
    1. bisakah air mengalir sampai ke kedua ujung pipa ?

    *jika jawabanya BISA, berarti kita bisa melihat fenomena air mengalir ke ATAS
    *jika jawabanya TIDAK, ask: bagaimana keadaan/kondisi air di ujung ujung pipa saat itu ?

  29. Lho anda memahami yang disebut berat jenis?
    Itu lho, berat jenis. Bahasa inggrisnya “specific gavity”…

    Jadi anda sebenarnya mengakui adanya GRAVITASI kan???

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *