Fungsi Emas dan Perak Kami Alihkan

Halo semuanya, kembali saya mendapat izin untuk memuat konten di melinweb.com. Sebenarnya saya tidak senang selalu mengungkap rahasia-rahasia kami. Namun di sisi lain, saya menjadi lebih bangga ketika apa yang saya ungkap justru tidak dipercayai oleh para manusia. He he … puas rasanya, mampu menukar fakta dengan ke fiktifan dunia.

Dalam artikel ini saya masih ingin membahas hal-hal yang berhubungan dengan persoalan moneter dunia. Buat agan-agan manusia yang baru ‘ngeh artikel saya disini, silahkan baca artikel-artikel yang saya tulis sebelumnya di kategori Apa Kata Setan, biar nyambung! Kalo sebelumnya saya telah membahas The Green Evil yang merupakan salah satu master pieces bos kami, kali ini saya akan membahas apa yang sebenarnya sudah diajarkan oleh penuntun kalian, namun di era sekarang telah kalian abaikan.

Dinar dan Dirham rekomendasi Rasulullah

Yang saya maksud sebagai sosok penuntun umat manusia adalah Rasulullah SAW. Begitulah kira-kira kalian menyebutkannya. Semasa beliau masih hidup, bos selalu bilang bahwa beliaulah salah satu musuh terbesar kami. Mengapa demikian? Pasalnya beliau merekomendasikan Dinar dan Dirham sebagai alat tukar dalam transaksi ekonomi. Bos kami bilang, inilah yang sebenarnya merupakan Heavens Currency. Dinar mewakili emas murni dengan takaran 4,5 gram, sementara Dirham mewakili perak dengan perbandingan 7 Dinar = 10 Dirham.

Bos bilang tindakan Rasulullah menggunakan Dinar (mata uang Bizantium) dan Dirham (mata uang persia) sebagai mata uang di Mekah, sebenarnya adalah tindakan yang Brilliant. Dinar dan Dirham sejatinya cuma sebuah nama, namun Rasulullah sangat jeli melihat esensi dari kedua benda tersebut untuk dijadikan mata uang universal, yakni terbuat dari emas dan perak yang merupakan benda berharga sepanjang masa.

Kami mengakui, bahwa pemikiran Rasulullah memang lebih maju dari pada jamannya. Saat itu, beliau sudah mampu membaca bahwa nilai emas dan perak yang akan terus stabil di masa depan, hingga layak untuk disirkulasikan keseluruh penjuru bumi. Jelas ini bertolak belakang dengan karya si Bos (flat money) yang cederung mengalami inflasi setiap saat.

Oleh karenanya penggunaan Emas dan Perak sebagai mata uang universal harus kami jegal. Ini bisa merusak The 3 Satanic Financial Pillars yang sudah kami bangun dengan susah payah. Kami tak ingin uang kertas tergantikan, apalagi sampai membuat kebijakan kami soal bunga dan FRR dicopot, jelas tak akan kami biarkan.

Strategi menjegal Fungsi Emas dan Perak

Kami dan para sekutu kami dari bangsa manusia terus melakukan pencegahan kemunculan emas dan perak sebagai alat tukar. Sebenarnya strategi kami terbilang sederhana, pasalnya kami hanya perlu mengalihkan Emas sebagai alat vital ekonomi. Kami buat doktrin bahwa mata uang tidaklah harus mencerminkan kekayaan, jadi ga perlu emas, perak atau logam berharga lainnya. Mata uang haruslah hanya sebuah simbol, jadi tidak perlu sesuatu yang berharga.

Cukup kertas yang belimpah sumbernya dan kami bubuhkan cap dan di dekritkan sebagai syarat legalitas dan pengakuan dimata para manusia antar negara. Kami doktrin bahwa uang kertas itu as good as gold. Dengan otoritas keuangan dunia yang telah kami genggam, kami akan terus memiliki kemampuan mencetak uang tanpa batas, tanpa perlu biaya yang mahal.

Fungsi emas dan perak yang diusung Rasulullah sudah kami preteli. Dan kini hanya sebagai perhiasan dan sekedar penyimpan kekayaan serta tidak akan pernah mampu menjaga keseimbangan ekonomi.


Artikel Menarik Lainnya :



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *