Depotisme dan Ilusi Modernisasi, Protokol V

Judul asli Protokol V dari The Protocol of Zion sebenarnya adalah “Depotism and Modern Progress” yang jika di translate ke dalam bahasa Indonesia berarti “Depotisme dan Kemajuan Modernisasi“. Kami sengaja membuat judul tersebut menjadi berbeda agar agan-agan sekalian langsung dapat membaca bagaimana cara berpikir Elite Global dalam merusak masyarakat dunia.

Korelasi Depotisme dan Kemajuan Modern

Depotisme adalah bentuk pemerintahan dengan aturan tunggal yang memiliki kekuasaan bersifat mutlak (absolut). Bisa dikatakan kekuasaan tersebut sewenang-wenang dan tidak memiliki batasan bagi pihak penguasa. Paham ini lah yang di anggap oleh Elite Global dapat mewujudkan cita-cita mereka yakni, Novus Ordo Seclorum.

Untuk dapat mewujudkan hal tersebut mereka perlu mengalihkan kepercayan masyarakat terhadap agama (nilai ke Tuhanan) yang kental akan batasan-batasan Ilahi. Kata “Modern”, akan menjadi senjata mereka agar nilai ke Tuhanan seolah di nilai kuno, menjadi terlupakan dan di tingalkan di masa depan.

Kita harus mencemarkan nama pendeta dan ulama. Agar keduanya dipandang hina oleh gelandangan dipinggir jalan.

Pada artikel kami mengenai Perang Semesta, kami telah menjabarkan bahwa musuh dari penganut agama tertentu bukanlah penganut agama yang lain. Musuh seluruh umat beragama di dunia ini ialah umat tak beragama, tak ber Tuhan, membenci Tuhan, atau justru berusaha menggantikan peran Tuhan dalam mengatur kehidupan di dunia.

Pemuka agama, adalah sosok yang dianggap perlu di kendalikan agar mosi ketidak percayaan terhadap agama menjadi memudar. Pendeta atau ulama yang cacat secara perilaku sosial dan mencemari agamanya, akan di tinggalkan oleh para pengikutnya. Bila jumlah pemuka agama “cacat” tersebut terus bertambah, maka kepercayaan manusia terhadap agama pun akan memudar.

Teroris Berbalut Agama

Pada dasarnya semua agama mengajarkan, dan mengajak untuk menciptakan kehidupan yang damai, makmur dan sejahtera. Namun menurut Elite Global, pandangan seperti ini harus lah dirubah dan di balik. Mereka ingin membuat identitas baru terhadap agama, dimana agama hanya akan menyebabkan peperangan, menanamkan kebencian, memicu tindakan radikalisme dan sebagai penyebab pertumpahan darah antar umat manusia.

Teroris berbalut agama adalah bagian dari propaganda yang mereka buat untuk membuat imej itu. Amerika Serikat (AS) adalah negara dengan penganut agama kristen terbesar, dan bisa dikatakan bahwa saat ini Elite Global telah menguasai umat Kristen (pemerintahan AS telah di duduki mereka), kini giliran Islam yang menjadi bidikan mereka selanjutnya.

Sekilas mengenai Tragedi 9/11/2001

Tragedi runtuhnya menara kembar WTC 11 September 2001, adalah salah satu agenda mereka untuk merusak identitas umat Islam. Nama strateginya “False Flag Operation“, dimana dalam tragedi ini mereka membuat propaganda penyerangan rakyat AS yang mayoritas beragama Kristen dengan menggunakan bendera negara yang berpenduduk mayoritas Islam, yakni Afganistan.

Selain bertujuan menanamkan kebencian antara umat Kristen dan Islam, mereka juga punya tujuan lain, yakni menjadi memiliki alasan menyerang Afganistan guna menguasai ladang minyak disana, sekaligus menurunkan anggaran tak terbatas, yakni anggaran War and Terror yang merupakan mega proyek militer dan intelijen. Tragedi tersebut juga sukses menelurkan undang-undang memata-matai warga sipil dengan alasan pencegahan terorisme.

Bagi kita, tragedi membunuh 3000 jiwa di gedung tersebut merupakan tindakan yang sangat keji dan tak berperikemanusiaan. Namun bagi para penyembah iblis, itu adalah ritual pengorbanan yang teramat suci demi suksesi program mereka.

Jika ditelaah banyak keanehan yang terjadi pada saat tragedi 9/11 itu berlangsung. Video dibawah ini menjelaskan diantaranya :

Pemuka Agama Gadungan

Tim Osman adalah kode CIA untuk salah satu agen mereka guna melengkapi skenario 9/11. Dan tahukah anda siapa Tim Osman? Menurut WikiLeaks, Ia adalah orang yang sengaja di jadikan kambing hitam dalam tragedi tersebut, yakni Osama bin Laden. Osama dirancang untuk di jadikan figure pemuka islam dunia saat itu. Kebencian terhadap Yahudi seolah dijadikan latar belakang penyerangan tragedi tersebut, guna membenarkan modus penyerangan tersebut di mata kaum muslimin.

Terlepas dari propaganda mengenai Osama, orang awam akan menyimpulkan tindakan Osama tersebut sebagai tindakan keji tak berperikemanusiaan. Pandangan terhadap pemuka islam menjadi buruk, yang secara tidak langsung turut mencemari nilai-nilai Islam.

Perang melawan teroris adalah rekayasa Elite Global, yakni sekelompok orang penyembah Iblis. ISIS (Islamic State of Iraq and Syria) saat ini menjadi produk baru mereka untuk terus menggulingkan imej Islam di mata dunia. Mereka sesungguhnya tidak nyata, dan merupakan kebohongan besar dunia.

Pahami Siapa Teroris dalam 5 Menit di Video Ini!

Moderinisasi Ilusi Generasi Lemah

Ada suatu langkah yang mampu membikin opini umum, yaitu kita harus mengajukan berbagai pandangan yang dapat menggoyahkan keyakinan-keyakinan sebelumnya yang sudah tertanam di hati dan pikiran masyarakat. Kalau usaha ini belum mendapatkan perhatian, maka masyarakat harus diberikan pandangan lagi yang secara sosial dapat diterima.

Dengan cara ini, keyakinan lama yang sudah tertanam di hati manusia akan tergoyahkan, dan pada akhirnya akan tumbang, lantaran terdepak oleh perkembangan zaman. Pada akhirnya pendapat dan pandangan yang tidak searah dengan tujuan Yahudi (yaitu menjadikan ummat manusia hanya memuja materi) akan musnah, dan di dunia akan jatuh ke dalam perangkap kesesatan.

Sesuai dengan judul yang kami buat, perubahan pandangan yang di maksud, di korelasikan dengan “Modernisasi” agar kebudayaan yang sudah benar menjadi luntur dan di tinggalkan. Salah satu contohnya adalah budaya pernikahan. Secara agama kita telah di ajarkan, bahwa berhubungan sex baru di perkenankan setelah upacara pernikahan dilangsungkan. Namun saat ini berhubungan sex di luar nikah telah di anggap bagian dari kemajuan jaman, bahkan di negara-negara barat, punya anak tanpa menikahpun di anggap hal biasa dan di anggap sebagai budaya kekinian.

Contoh lainnya dari dunia fashion, saat ini pakaian terbuka dianggap sebagai pakaian kekinian, seolah menandakan kemajuan karena mewakili kebebasan berekspresi. Namun jika kita mau berpikir jernih, sebenarnya pakaian serba terbuka merupakan sebuah kemunduran. Dan bila keterbukaan dalam berpakaian di anggap sebagai modernisasi, maka binatang telah mencapai peradaban yang paling tinggi dalam dunia fashion.

Sosialisasi penyesatan ini mereka ciptakan lewat public figure seni, seperti artis, penyanyi, lewat film-film dengan berbagai genre yang mereka produksi secara terus menerus guna menciptakan opini dan merubahnya hingga menjadi kebudayaan. Dengan perilaku dan kebudayaan baru tersebut, maka masyarakat akan semakin jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan semakin tersesat dan tidak mengingat lagi ajaran-ajaran Ilahi. Generasi lemah inilah yang akan menjadi sasaran empuk Elite Global dalam mewujudkan New World Order (NWO).

Umat Kristen Telah di Kuasai

Kita harus mengendalikan masyarakat Kristen dalam kondisi yang semakin rumit dan norma-norma sudah tidak dijunjung tinggi oleh masyarakat. Setelah itu mereka akan meminta kita memimpin dalam memasuki gerakan dunia. Bila posisi ini sudah kita raih, maka seluruh kekuatan pemerintah di dunia akan mudah diarahkan.

Sebagai negara dengan populasi penduduk beragama kristen nomer 1 dunia, kehidupan di AS sangatlah tidak religius dan cenderung jauh dari nilai-nilai kemanusiaan dan ke Tuhanan. Norma-norma hidup cenderung bias dan tertukar nilainya. Tingkat kriminalitas yang tinggi, perilaku seks bebas dan menyimpang, kehidupan berfoya-foya yang dekat dengan narkoba dan minum-minuman keras, telah menjadi penanda bahwa umat Kristen telah berhasil mereka kendalikan sesuai dengan kebudayaan yang mereka mau.

Kebijakan Internasional Mengalahkan Kebijakan Nasional

Dari sini akan terwujud pemerintahan Internasional tertinggi yang kekuasaannya meliputi seluruh dunia. Lembaga ini secara fungsional mempunyai peraturan yang berwibawa dan dipatuhi oleh seluruh umat manusia di dunia.

FYI, organisasi internasional yang selama ini agan-agan sudah tahu pun sebenarnya adalah buatan para Elite. Mereka adalah United Nation (PBB) beserta anak-anak organisasinya seperti UNESCO, UNICEF, WHO, FAO, ILO, IMF hingga World Bank. Mereka kini telah ada, dan ironisnya telah diyakini sebagai organisasi kredible, tertinggi dan ber taraf internasional yang mampu mengalahkan kebijakan nasional suatu negara.

Dari lembaga-lembaga itulah mereka semakin leluasa meciptakan perang, menjadikan kebohongan seolah sebagai ilmu benar, menyebarkan penyakit dengan dalih kesehatan, memberikan solusi ekonomi dengan metode merampok dan segudang metode manipulasi lainnya. Tujuan mereka melakukan itu semua adalah dalam rangka mengeruk keuntungan dunia (bisnis), sekaligus melancarkan program penyedikitan umat manusia (Depopulasi) yang telah lama mereka rencanakan sejak lama, dimana jumlah penduduk yang ideal di muka bumi ini menurut mereka, seharusnya tidak lebih dari 500 juta jiwa saja.

Silahkan baca dan telaah mengenai :

Konspirasi Minyak Bumi dan Depopulasi
LGBTQ dan Depopulasi
Vaksin dan Depopulasi

Kita harus mampu membuka jalan agar kebobrokan mental manusia semakin bertambah, dan adat-istiadat porak-poranda. Dengan demikian perpecahan antar kelompok masyarakat akan terjadi dimana saja. Segala kekuatan yang melawan yahudi akan lenyap. Segala semangat akan luntur. Akhirnya faktor yang memberikan kemenangan kepada pihak kita akan nampak.

Didalam kitab suci telah di contohkan, bahwa pertikaian terjadi karena ada yang membuat pertikaian tersebut. Iblis berwujud ular adalah simbol provokator yang menyebabkan Nabi Adam As dan istrinya melakukan larangan Tuhan. Ketidaksabaran, sifat emosional dan kondisi frustasi umat manusia menjadi incaran titik lemah mereka dalam melakukan manuver adu domba agar tercipta permusuhan dan perpecahan di antara umat beragama, yang akan memuluskan agenda NWO mereka.


Artikel Menarik Lainnya :



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *